Home / Unik Bali

Kamis, 24 April 2025 - 22:31 WIB

Pura Pertama di Belanda

Pura Shanta Citta Bhuwana di Belanda.

Pura Shanta Citta Bhuwana di Belanda.

BELANDA – Sebuah babak baru dalam sejarah komunitas Hindu Bali di Eropa akan tercatat. Pada 3 Mei 2025, sebuah pura Hindu Bali pertama di negeri Kincir Angin akan diresmikan di Taman Indonesia, Kallenkote.

“Pura ini diberi nama Shanta Citta Bhuwana,” tulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag dalam siaran persnya pada Kamis, 24 April 2025.

Didirikan oleh komunitas Bali di Belanda melalui kerja keras dan swadaya, Pura Shanta Citta Bhuwana menjadi wujud nyata kebutuhan akan ruang spiritual di tengah kehidupan diaspora. Pembangunan pura dimulai awal 2024, menggunakan batu hitam khas Karangasem, Bali—sebuah simbol keterhubungan dengan tanah asal.

Secara filosofis, Shanta Citta Bhuwana bermakna “tempat suci untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan spiritual”. Nama ini tidak dipilih secara sembarangan.

Dalam bahasa Sanskerta, shanta berarti damai, citta berarti pikiran atau kesadaran, dan bhuwana berarti dunia atau alam semesta. Dengan demikian, pura ini hadir sebagai simbol ruang yang menenangkan, tidak hanya secara jasmani, tetapi juga batiniah.

Baca Juga :  Enam Sulinggih “Muput” Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar

Peresmian Pura Shanta Citta Bhuwana akan dilaksanakan secara adat dengan upacara Melaspas (penyucian) dan Ngenteg Linggih (pengukuhan), yang dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa dari Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster, juga akan hadir secara langsung sebagai bentuk dukungan resmi dari Pemerintah Provinsi Bali terhadap kelestarian budaya di luar negeri.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, KBRI Den Haag akan menggelar Festival Bali selama 8 hari, dari 27 April hingga 4 Mei 2025. Taman Indonesia Kallenkote akan berubah menjadi miniatur Bali yang menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, workshop kerajinan dan keagamaan, pemutaran dokumenter, hingga sajian kuliner khas Bali.

Baca Juga :  Denpasar Dilanda Angin Kencang, Pohon Bertumbangan

Selama gelaran Festival Bali, para pengunjung dapat menikmati tarian dan musik gamelan Bali, belajar membuat canang sari, mencicipi sate lilit, lawar dan sambal matah otentik Bali.

Selain di Belanda, sebelumnya, pura juga telah berdiri di belahan Eropa lainnya, yakni di Belgia dan Jerman. Di Belgia, terdapat Pura Agung Santi Bhuwana, yang merupakan pura Hindu terbesar di Eropa. Pembangunan pura ini dimulai pada tahun 2006 dengan melibatkan arsitek Bali.

Sementara di Jerman juga ada Pura Tri Hita Karana di Berlin dan Pura Sangga Bhuana di Hamburg. Pura-pura ini menjadi tempat ibadah dan simbol identitas budaya Bali di luar negeri, serta menjadi “rumah” bagi diaspora Bali untuk tetap terhubung dengan tradisi leluhur. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Dibuka Megawati, PKB XLV Berlangsung hingga 16 Juli 2023

Dari Desa

Desa Adat Padangbulia Gelar Tradisi Meamuk-amukan Saat Malam Pengrupukan

Edukasi

Koster: Bulan Bahasa Bali Sebagai Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru

Dari Desa

Lomba Ogoh-ogoh Desa Adat Karangasem, STT Banjar Pebukit Raih Juara I

Komunitas

Jangan Lewatkan Kesanga Fest 2024, Ada Parade 12 Ogoh-ogoh Terbaik di Kota Denpasar

Unik Bali

Puncak Karya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Ida Bhatara Nyejer hingga 23 November

Unik Bali

Lomba Makepung Lampit, Ajang Menjaga Warisan Budaya

Unik Bali

Baris Sambeng Agung dari Desa Canggu Dipentaskan di PKB