Home / Unik Bali

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:36 WIB

Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana

Penjabat Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, menghadiri Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana di Balai Desa Adat Sangkanbuana, Semarapura Kauh, Kamis (29/2/2024).

Penjabat Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, menghadiri Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana di Balai Desa Adat Sangkanbuana, Semarapura Kauh, Kamis (29/2/2024).

KLUNGKUNG – Penjabat Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, menghadiri Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana di Balai Desa Adat Sangkanbuana, Semarapura Kauh, Kamis (29/2/2024). Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, Camat Klungkung I Putu Arnawa, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung Dewa Made Tirta dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutanya Pj. Bupati Jendrika mengatakan, awig-awig merupakan pedoman yang bertujuan memelihara kehidupan dan ketenteraman dalam kehidupan, mengatur keseimbangan, keamanan dan menjaga krama dewa yang nantinya dapat terwujudnya kesukertaan desa, sumber hukum pada tingkat desa adat, sebagai tata tertib, sebagai pedoman dalam kegiatan sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan keagamaan serta awig-awig berisi falsafah Tri Hita Karana.

Baca Juga :  Kumbakarna, Sosok Cinta Tanah Air || Pergelaran Wayang Wong SMKN 4 Bangli

Dia juga mengingatkan, setelah awig-awig selesai direvisi, maka seluruh warga wajib untuk mentatinya dan harus disosialisasikan serta diimplementasikan kepada masyarakat. “Apapun aturannya, apapun isinya, intinya adalah masyarakat yang melaksanakannya. Ajaran Tri hita karana, yakni parahyangan, palemahan dan pawongan menjadi dasar untuk melaksanakan tata kerama di desa adat,” ujar Jendrika.

Menurut Pj. Bupati Klungkung, seiring dengan perkembangan larangan narkoba, KTR, pemilahan sampah organik dan nonorganik harus di masukan dalam awig-awig desa adat dan harus dilaksanakan. “Saya selaku Pj Bupati mengucapkan terima kasih kepada desa adat sangkanbuana sudah merevisi dan memantapkan keberadaan awig-awig desa adat yang digunakan sebagai landasan hukum Hindu di Bali,” ucapnya.

Baca Juga :  Patih Agung Drama Gong dan Guru Besar UHN Prof. I Wayan Sugita Berpulang

Bendesa Adat Sangkanbuana, Wayan Sudiana Urip, menyampaikan terima kasih kepada Tim Penyusun dan Tim Penulis Awig-awig. Berkat kerja sama seluruh tim, revisi awig awig Desa Adat Sangkanbuana berjalan dengan lancer. Dengan keberadaan awig-awig ini akan sangat membantu membimbing warga dalam berperilaku untuk menjaga kelestarian adat dan budaya.

“Desa Adat Sangkanbuana sudah dari dua puluh tahun yang lalu memiliki awig-awig yang tertulis. Namun, seiring dengan perkembangan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, awig-awig ini direvisi lagi,” jelas Sedana Urip. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Bertepatan Sugihan Bali, Meru Pura Luhur Uluwatu Dipelaspas

Unik Bali

Tepat Tilem Kapat, Puncak Karya Agung Danu Kerthi di Batur Kintamani Dipuput 11 Sulinggih

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Komunitas

Ayo Saksikan Drama Gong Lawas di Art Centre, 17 Desember 2022

Komunitas

Ida Dukuh Celagi: Bhaerawa Ajaran Cinta Kasih, Lakukan Pelayanan dengan Penuh Bakti

Unik Bali

Tidak Lagi di Lapangan Puputan, Tawur Agung Kesanga Kota Denpasar Digelar di Catus Pata

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Prosesi “Ngajum” Jelang Pelebon Raja Denpasar IX