Home / Peristiwa / Turisme

Sabtu, 22 November 2025 - 20:56 WIB

Singaraja Siap Berwajah Baru, Penataan Utilitas di Kawasan Heritage

Desain penataan utilitas di Kota Singaraja.

Desain penataan utilitas di Kota Singaraja.

BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai melakukan penataan jaringan utilitas di kawasan titik nol Kota Singaraja. Langkah ini menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan heritage yang mencakup area Patung Singa Ambara Raja hingga depan Makam Pahlawan Curastana.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan bahwa seluruh jaringan kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM akan dipindahkan ke bawah tanah. Penataan dilakukan untuk memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Penataan kabel bawah tanah ini penting sekali karena kita bekerja di kawasan titik nol Singaraja. agar tampilan kawasan jadi lebih rapi dan estetika kota bisa maksimal,” ujar Adiptha, dikonfirmasi, Sabtu (22/11).

Adiptha menambahkan, sistem kabel bawah tanah tersebut akan dibangun sejajar dengan jaringan drainase, namun menggunakan jalur dan konstruksi berbeda. “Untuk air ada saluran khusus, sedangkan kabel memiliki jalur beton tersendiri. Jadi antar fungsi tidak saling mengganggu,” jelasnya.

Baca Juga :  Edukasi Penanganan DBD di Pasar Intaran Sanur

Koordinasi Berbagai Pihak

Penataan utilitas ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, seluruh pihak telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Singaraja sebagai kota heritage yang tertata rapi.

“Kita ingin kawasan ini jadi percontohan, karena Singaraja punya nilai sejarah tinggi yang harus dijaga,” ungkap Adiptha.

Tahap pertama penataan utilitas bawah tanah akan dimulai dari kawasan timur, yakni di depan Kantor DPRD Buleleng. Pekerjaan kemudian dilanjutkan ke arah barat sampai Jalan pahlawan, depan Taman Makam Curastana, serta ke sisi utara depan Jalan Krisna area Rumah Sunda Kecil salah satu bangunan heritage bersejarah di Singaraja.

Selain memindahkan utilitas ke bawah tanah, kawasan heritage titik nol juga akan dilengkapi dengan kamera CCTV dan penjaga keamanan sebagai pengawasan dan ruang terbuka hijau (RTH) baru. Pemerintah menargetkan proporsi RTH mencapai minimal 30 persen dari total area sebagai upaya menjaga kualitas udara dan pengendalian polusi.

Baca Juga :  Evakuasi Jenazah di Puncak Gunung Agung Dihadapkan dengan Cuaca Ekstrem

Untuk menunjang estetika dan keamanan kawasan, gardu listrik yang selama ini berada di ruang terbuka juga akan dipindahkan ke lokasi tertutup di belakang gedung galeri Kantor Bupati Buleleng. “Tidak ada lagi gardu di pinggir jalan. Semuanya kita siapkan tempat khusus agar lebih indah dipandang dan lebih aman,” tegasnya.

Dinas PUTR menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan proses tender proyek dapat rampung pada akhir tahun ini. Dengan begitu, pelaksanaan fisik proyek bisa dimulai pada awal 2026 dan diselesaikan dalam waktu enam bulan. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Festival Lingkungan Hidup Kota Denpasar Tahun 2025

Peristiwa

Tumpek Kandang Diisi Kegiatan Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan

Peristiwa

Longsor di Karangasem Renggut 1 Korban Jiwa dan 2 Luka-luka

Turisme

Menparekraf Imbau Masyarakat Terapkan Prosedur CHSE Saat Libur Nataru 2023/2024

Peristiwa

Imigrasi Mengamankan 23 WNA dalam Operasi Bali Becik di Tempat Penginapan

Peristiwa

Operasi SAR KM Linggar Petak 89 Ditutup, 9 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Peristiwa

Patung Wisnu Murti Bakal Dibangun Kembali, Patung Bung Karno Dipindahkan

Edukasi

Timpora Kota Denpasar Periksa Sekolah Pekerjakan WNA