Home / Unik Bali

Kamis, 15 Juni 2023 - 16:40 WIB

Prosesi “Ngajum” Jelang Pelebon Raja Denpasar IX

Prosesi ngajum serangkaian Pelebon Nyawa Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan (Raja Denpasar IX) pada Kamis (15/6/2023).

Prosesi ngajum serangkaian Pelebon Nyawa Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan (Raja Denpasar IX) pada Kamis (15/6/2023).

DENPASAR – Prosesi ngajum serangkaian Pelebon Nyawa Ngasti Wedana Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan (Raja Denpasar IX) berlangsung di Puri Agung Denpasar, Kamis (15/6/2023). Puncak karya pelebon sendiri akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Juni 2023 mendatang.

Selain prosesi ngajum, dalam kesempatan tersebut dilaksanakan pula upacara manah toya ning, mesuci ke Pura Tambangan Badung, mentar rayunan, ngaturang pemuspan ogoh-ogoh, dan tarpana agung munggah bea. Rangkaian upacara itu dipimpin oleh beberapa orang Ida Pedanda.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut menghadiri prosesi ngajum tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara mengatakan, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan merupakan sosok yang berjasa bagi Kota Denpasar.

Baca Juga :  Desa Adat Padangbulia Gelar Tradisi Meamuk-amukan Saat Malam Pengrupukan
Iring-iringan upacara mesuci ke Pura Tambangan Badung, serangkaian pelaksanaan upacara pelebon Raja Denpasar IX.

Wali Kota mengatakan, masyarakat Denpasar sangat berduka dan merasa kehilangan atas berpulangnya Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan. Ia berharap seluruh rangkaian pelebon Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan dapat berjalan lancar dan labda karya. “Kita berdoa agar beliau mendapatkan tempat yang layak sesuai dengan amal bakti beliau. Semoga beliau selalu menuntun kita bersama,” ucapnya.

Putra pertama Raja Denpasar IX, Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, mengatakan, untuk tingkatan upacara adalah utama. Adapun pamereman (bade) menggunakan tumpang 11 dengan dasar putih dan ornamen kuning. Begitu juga untuk lembu menggunakan lembu putih.

Baca Juga :  Hari Saraswati dan Ritus Tapa Brata Yoga Semadi Saat Wuku Watugunung

Sementara itu, Pangarajeg karya, Ida Bagus Gede Pidada, mengatakan, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan sudah menjalankan dwijati layaknya sulinggih. Sehingga, upacara yang digelar menggunakan tingkatan utama dan bernama Sawa Ngasti Wedana. 

“Ida Cokorda melaksanakan dwijati sehingga statusnya sama dengan ida sulinggih. Ngadeg dua kali, yakni saat ngalelet dan saat akan puncak upacara, dengan tingkatan upakara nyatur rebah,” imbuhnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Politika

Jaga Tanah dan Manusia Bali, Prof Palguna: Hentikan Politisasi Desa Adat

Komunitas

Ayo Saksikan Drama Gong Lawas di Art Centre, 17 Desember 2022

Komunitas

Libur Galungan, Anak-anak “Ngelawang” Barong Bangkung

Dari Desa

Di Desa Sangket Ada Tiga Pelinggih Mobil, Berikut Ini Kisahnya Mistisnya

Komunitas

Tangkal Joged Jaruh, Paiketan Seniman Tabanan Komit Jaga Etika Tari Joged Bumbung

Edukasi

Subak Kawasan Sakral, Dilarang Seks dan Pertumpahan Darah di Sawah

Dari Desa

Lomba Ogoh-ogoh Desa Adat Karangasem, STT Banjar Pebukit Raih Juara I

Peristiwa

Patung Wisnu Murti Bakal Dibangun Kembali, Patung Bung Karno Dipindahkan