Home / Unik Bali

Minggu, 15 Oktober 2023 - 14:48 WIB

Tepat Tilem Kapat, Puncak Karya Agung Danu Kerthi di Batur Kintamani Dipuput 11 Sulinggih

Bertepatan dengan rahina Tilem Kapat, Sabtu (14/10/2023) dilaksanakan Puncak Karya Agung Danu Kerthi di Desa Adat Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli.

Bertepatan dengan rahina Tilem Kapat, Sabtu (14/10/2023) dilaksanakan Puncak Karya Agung Danu Kerthi di Desa Adat Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli.

BANGLI – Bertepatan dengan rahina Tilem Kapat, Sabtu (14/10/2023) dilaksanakan Puncak Karya Agung Danu Kerthi di Desa Adat Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Puncak upacara pemuliaan Danau Batur ini di-puput 11 sulinggih (pendeta Hindu). Pelaksanaan upacara tersebut terdiri dari tiga kegiatan utama. Yakni Tawur Agung Labuh Gentuh, Mapakelem di puncak Gunung dan Danau Batur, serta Mapaselang.

Tawur Labuh Gentuh digelar di areal utama mandala Pura Segara Ulun Danu Batur di-puput Ida Pedanda Gde Putra Bajing Griya Tegaljingga, Denpasar; Ida Pedanda Gde Putra Kekeran, Griya Blahbatuh, Gianyar; Ida Pedanda Rai Griya Pidada Sengguan, Klungkung; Ida Pedanda Budha Griya Saraswati, Batuan, Gianyar; Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Daksa, Griya Agung Lingga Acala, Calo, Gianyar; dan Jero Gede Sengguhu Tumburuwasa, Griya Jero Gede Sengguhan, Lambing, Badung.

Tawur Agung Labuh Gentuh dengan menggunakan wewalungan (binatang) seperti kerbau, sapi, luwak, menjangan, anjing bangbungkem, kijang, petu, babi butuan, kambing, angsa, banyak, bebek belang kalung, bebek buli sikep, dan berbagai jenis ayam menurut warna.

Pakelem di puncak Gunung Batur dilaksanakan di dua tempat, yakni Pucak Kawanan Gunung Batur dan Pucak Kanginan Gunung Batur (kawah utama). Upacara di-puput Ida Pedanda Gde Ngurah Keniten, Griya Kediri, Sangeh, Badung; Ida Pedanda Gde Made Rai Keniten, Griya Denpasar; dan Ida Pedanda Budha Griya Gunung Sari, Ubud.

Baca Juga :  Penguatan Seni Sakral Jadi Bahasan dalam Pasamuhan Agung Kebudayaan Bali

Sementara itu, Mapaselang di-puput empat sulinggih yakni Ida Pedanda Oka Buruan, Griya Sandingsuta Manik Manuaba, Pejeng, Gianyar; Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang, Griya Buduk, Badung; Ida Pedanda Rai Griya Pidada Sengguan, Badung; dan Ida Pedanda Istri Karang, Griya Sibetan.

Rangkaian pelaksanaan upacara Karya Agung Danu Kerthi akan berlangsung hingga Jumat (20/10/2023). Pelaksanaan upacara ini menggunakan sarana wewalungan kebo yos brana, kebo sebulu, kebo selem, dan bawi sebagai bhakti pakelem di Danau Batur. Sedangkan di puncak Gunung Batur juga dihaturkan pakelem berupa kebo selem.

Jero Gede Batur selaku Manggala Karya mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang membantu pelaksanaan upacara. Dia menjelaskan, upacara Danu Kerthi merupakan ritual yang diamanatkan para panglingsir Batur sebagai cara memuliakan dan berterima kasih pada alam, khususnya Danau Batur.

Sebagai bakti kepada Ida Bhatari, pelaksanaan upacara berlangsung gotong royong. Masyarakat adat Batur bersama Batun Sendi Ida Bhatari Sakti bekerja kolaboratif untuk menyukseskan yadnya.

Uupacara pakelem ke puncak, masyarakat adat Batur dibantu Desa Adat Sekardadi (Pucak Kanginan Gunung Batur) dan Desa Adat Buahan (Pucak Kawanan Gunung Batur). Masyarakat Batur bersama Batun Sendi Batur yang lain fokus di titik upacara di Pura Segara Ulun Danu Batur.

Pada saat pakelem di tengah segara, turut dilaksanakan ritual nuwur tirtha amreta oleh masyarakat Batur, diikuti Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya; Wayan Koster; Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija; dan lain-lain.

Baca Juga :  Puncak Karya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Ida Bhatara Nyejer hingga 23 November

Prof. Duija mengatakan, ritual Danu Kerthi yang menggunakan sarana kerbau dan babi adalah upaya mengembalikan harmonisasi alam semesta. 100 tahun lalu tentu sudah mengalami kekurangan unsur atau kelebihan unsur. Dalam konsep Hindu, ini disebut alam netral, ketika semua unsur tidak ada yang melebihi dan kurang.

Mantan Rektor IHDN Denpasar ini menguraikan, pakelem bukan ritual membuang-buang binatang, tapi binatang yang dikurbankan diberi penyucian lebih dulu. Jiwa-jiwa dari binatang yang dipersembahkan disucikan, sehingga perjalanan sang roh akan sempurna ketika lahir kembali.

“Siklus ini sebuah netralitas jika kita bicara Hindu. Kita ucapkan terima kasih pada umat Hindu, khususnya yang di Batur, karena bisa melakukan upacara kesucian di segara ini, sebagai huluning Pulau Bali. Kalau kepala sudah bersih, astungkara aliran darah ke bawah akan bersih,” paparnya.

Sehari setelah puncak Karya Agung Danu Kerthi dan mulang pakelem di Danau dan Gunung Batur dilaksanakan Nyepi Karya di Danau dan Gunung Batur pada Minggu (15/10/2023). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area Danau maupun Gunung Batur termasuk persembahyangan di Pura Segara Ulun Danu Batur ditutup. Umat yang tetap tangkil hanya diperkenankan sembahyang melalui jaba sisi pura. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Bertepatan Sugihan Bali, Meru Pura Luhur Uluwatu Dipelaspas

Unik Bali

Pengalantaka: Dasar Penetapan Purnama Tilem Dalam Kalender Bali

Dari Desa

Di Desa Sangket Ada Tiga Pelinggih Mobil, Berikut Ini Kisahnya Mistisnya

Unik Bali

Penguatan Seni Sakral Jadi Bahasan dalam Pasamuhan Agung Kebudayaan Bali

Dari Desa

Lontar Perlu Dirawat dengan Baik, Jangan Lupa Dibaca!

Dari Desa

Desa Budaya Jadi Strategi Menjaga Kedaulatan Bali

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Pawintenan Bersama Diikuti 225 Peserta, Yayasan PSCB: Tidak Ada Unsur “Desti”