Home / Unik Bali

Jumat, 27 Juni 2025 - 17:01 WIB

Baris Sambeng Agung dari Desa Canggu Dipentaskan di PKB

Pergelaran kesenian klasik Baris Sambeng Agung di Kalangan Ratna Kanda, Rabu 25 Juni 2025.

Pergelaran kesenian klasik Baris Sambeng Agung di Kalangan Ratna Kanda, Rabu 25 Juni 2025.

DENPASAR – Pergelaran kesenian klasik Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 pada Rabu (25/6/2025) malam menampilkan Baris Sambeng Agung dari Desa Canggu. Kesenian ini dibawakan oleh Sanggar Purnama dari Banjar Babakan, Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Sajian Baris Sambeng Agung di ajang PKB 2025, yang dipentaskan di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya (Art Center) Denpasar, bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan sebuah upaya revitalisasi kesenian klasik yang sarat pesan budaya dan spiritual.

Dibalut dalam tarian topeng, garapan Baris Sambeng Agung membawa penonton menembus lorong waktu menuju masa kepemimpinan Ida Cokorda Sakti Pemecutan di Bandana Negara, wilayah barat Kerajaan Badung tempo dulu.

Kala itu, Desa Canggu dilanda mrana—hama dan kekeringan melanda sawah-sawah, membuat rakyat resah dan kehilangan harapan. Sang Bendesa pun menghadap ke Puri Pemecutan untuk memohon petunjuk.

Baca Juga :  Festival Lelakut 2024 di Kecamatan Negara, Lelakut Bukan Sekadar Menakuti Burung

Dari pewisik Sang Hyang Widhi, sang Raja mendapat wangsit: solusi ada pada pusaka leluhur bernama Sambeng Agung, yang selama ini tersimpan sakral di Pura Desa Canggu.

Maka digelarlah upacara nangkluk mrana, ritual sakral mengelilingi desa membawa pusaka Sambeng Agung, mengusir hama, sekaligus membangkitkan semangat anak-anak muda untuk belajar tari Baris—tari kepahlawanan khas Bali.

Dari sinilah lahir Baris Sambeng Agung, simbol pelindung desa dan kekuatan spiritual masyarakat Desa Canggu.

“Lewat pertunjukan ini, kami ingin membangkitkan kembali kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya dan sejarah desa kami,” ujar Koordinator Pementasan, I Made Karjata.

Baca Juga :  Jokowi: Penataan Kawasan Pura Besakih Harus Diikuti Pengelolaan Profesional

Ia pun menggarap tabuh dalam pertunjukan ini bersama tim pendukung yang solid, termasuk pembina tari Ketut Narmada dan pembina naskah I Made Agus Adi Santika.

Tak heran jika pertunjukan ini mendapat sambutan meriah dari para penonton PKB 2025. Tak hanya karena kemegahan tabuh dan gerak tari, tetapi karena nilai-nilai warisan lokal yang dikisahkan kembali secara hidup dan relevan di tengah era modern.

Dengan Baris Sambeng Agung, Badung tak hanya tampil di panggung PKB 2025, tetapi juga menancapkan kembali akar budaya yang selama ini nyaris terlupakan. Sebuah upaya menjaga jati diri Bali—melalui kisah, pusaka, dan tarian. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Penglingsir Puri Agung Mengwi Kukuhkan Penglingsir Puri Agung Jembrana

Komunitas

Ayo Saksikan Drama Gong Lawas di Art Centre, 17 Desember 2022

Intermeso

Parade Budaya 9 Kecamatan Meriahkan HUT Ke-422 Kota Singaraja

Komunitas

Jangan Lewatkan Kesanga Fest 2024, Ada Parade 12 Ogoh-ogoh Terbaik di Kota Denpasar

Unik Bali

Dipuput Ida Dukuh Celagi, 26 Warga Binaan Jalani Pawintenan

Unik Bali

Bukan Hanya Sugihan Jawa dan Bali, Ada Juga Sugihan Tenten

Unik Bali

Yayasan PSCB Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Bhaerawa Jnana

Unik Bali

Karya Ngenteg Linggih di Unud Dipuput Tiga Sulinggih