Home / Peristiwa

Senin, 3 Juli 2023 - 02:32 WIB

Masuki Puncak Kemarau, Bali Justru Diguyur Hujan, Kok Bisa?

Penanganan pohon tumbang setelah adanya hujan deras di Desa Bugbug, Karangasem pada Sabtu, 1 Juli 2023. (ist)

Penanganan pohon tumbang setelah adanya hujan deras di Desa Bugbug, Karangasem pada Sabtu, 1 Juli 2023. (ist)

DENPASAR – Memasuki bulan Juli 2023 wilayah Bali mengalami hujan dalam intensitas sedang. Hujan deras yang terjadi di sejumlah tempat memicu terjadinya pohon tumbang. Selain pogin tumbang, terjadi pula tanah longsor, air sungai meluap hingga mengakibatkan rusaknya infrastruktur.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar,  Cahyo Nugroho, mengatakan, puncak musim kemarau tahun 2023 di wilayah Bali pada umumnya di bulan Juli dan Agustus. Namun, bukan berarti kemarau tidak ada hujan sama sekali. “Sama halnya dengan musim hujan, tidak berarti tidak ada cerah sama sekali. Hujan yang terjadi selama tiga hari belakangan ini dipicu faktor gangguan cuaca skala regional di sekitar wilayah Bali,” katanya, Minggu (2/7/2023).

Baca Juga :  Mudik Gratis Polda Bali 2025 Diikuti 1.300 Pemudik

Ia menjelaskan, beberapa fenomena gangguan cuaca skala regional di sekitar wilayah Bali telah memicu terjadinya hujan tersebut. Kondisi itu diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan. Di sisi lain, BBMKG mengimbau masyarakat agar waspada potensi gelombang tinggi di perairan Selatan Bali, khusus di Samudra Hindia Selatan, yang mencapai 4-5 meter.

Berdasarkan analisis prakirawan Balai BMKG Wilayah III Denpasar. Hujan di musim kemarau dipicu adanya pola pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia di sebelah Selatan Bali-Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut mendukung pembentukan awan hujan yang memicu turunnya potensi hujan di wilayah Bali selatan. Potensi hujan itu kemudian meluas ke Bali tengah, Bali timur, dan Bali barat.

Baca Juga :  Idul Fitri, Lapas Singaraja Serahkan Remisi kepada 45 Warga Binaan

Peluang hujan masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan di wilayah Bali bagian barat, tengah, selatan, dan timur. Pada tanggal 3-7 Juli, kondisi secara umum berawan dan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang.

Cahyo Nugroho juga mengimbau masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dengan potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat   dapat memperbaharui informasi BMKG, khususnya peringatan dini. “Sehingga, dapat mengurangi resiko bencana yang mungkin terjadi,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Serahkan Sertifikat di Bangli, Menteri ATR/BPN Berpesan Jaga Tanah Leluhur

Peristiwa

Banjir Landa Bali, 9 Orang Meninggal Dunia, 2 Hilang

Peristiwa

Pascabanjir Bali, Pemerintah Perkuat Pengawasan Konversi Lahan DAS Ayung

Peristiwa

Antisipasi Flu Burung Clade Baru, KIE dan Biosecurity Sasar Pasar Unggas

Peristiwa

Imigrasi Tangkap Tiga WN Rusia Jadi PSK di Bali

Ekbis

Bendungan Tamblang Rampung, Pengisian Air Selama 20 Hari

Komunitas

Astungkara! Umat Hindu Kini Bisa Beribadah Rutin di Candi Prambanan

Peristiwa

Tumpek Kandang Diisi Kegiatan Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan