Home / Ekbis / Peristiwa

Kamis, 19 Januari 2023 - 08:50 WIB

Bendungan Tamblang Rampung, Pengisian Air Selama 20 Hari

Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang hampir rampung dan akan dilakukan pengisian air waduk atau impounding.

Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang hampir rampung dan akan dilakukan pengisian air waduk atau impounding.

BULELENG – Sebagai objek proyek strategis nasional, proses pemanfaatan Bendungan Tamblang sampai saat ini akan memasuki tahap impounding atau yang dikenal dengan pengisian air waduk. Kegiatan itu direncanakan pada tanggal 20 Januari 2023 yang bertepatan dengan hari raya Siwaratri.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi pengisian awal waduk Bendungan Tamblang yang diinisiasi oleh Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Rabu (18/1/2023). Acara yang turut dihadiri oleh OPD lingkup Pemkab Buleleng terkait dan perbekel desa terkait itu digelar di Kantor Unit Pengelola Bendungan (UPB) Bendungan Tamblang.

Adapun kesimpulan dalam sosialisasi yang di paparkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali-Penida, Wayan Andi Frederich Gunawan, ST, MT ini yakni membahas terkait pelaksanaan impounding. Selain itu, dibahas soal sosialisasi melaui perangkat desa untuk menginformasikan kepada warganya perihal batas aman kegiatan selama pelaksanaan impounding selama 20 hari.

Baca Juga :  Idul Fitri, Lapas Singaraja Serahkan Remisi kepada 45 Warga Binaan

Wayan Andi mengatakan penutupan pintu air untuk pengisian waduk Bendungan Tamblang tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan ketinggian level air sekitar 1,5 meter per hari yan. Harapannya, dapat memenuhi bendungan untuk mencapai kondisi spill-out (melimpas melebihi batas atas bendungan) dan hal tersebut akan dipantau secara bertahap. Perkembangannya diinformasikan lebih lanjut kepada pihak yang terdampak pelaksanaan impounding ini.

Dia menambahkan, jika pada saat penutupan air, untuk mengantisipasi kekurangan air di hilir, dari BWS sudah memasang pipa bottom outlet berkapasitas 1,1 m3/detik. Jumlah ini dirasa sudah melebihi kebutuhan pengairan di hilir sebanyak 600 hektar lahan dengan kebutuhan 600 liter/detik serta sebagai bahan perawatan air yang ada disungai. Nantinya bendungan ini akan menampung sebanyak 5,1 m3.

Baca Juga :  Cengkih Sambung, Solusi untuk Menanam di Lahan Kering

“Langkah ini menjawab isu air yang ketika bendungan ditutup di hilir dan hal ini dirasa cukup untuk kebutuhan masyarakat di hilir,” tegas Wayan Andi.

Disinggung mengenai Rencana Tindak Darurat (RTD), sudah disiapkan dokumen khusus untuk pihak terkait yang terdampak, dan tahapan tersebut diterapkan hanya pada kondisi darurat dengan dilengkapi jalur evakuasi. Adapun langkah yang diterapkan untuk meyakinkan kembali keamanan disekitar pada saat impunding dengan memasang bendera merah di perbatasan yang sudah ditentukan. “Dengan memasang penanda itu dapat meyakinkan kembali masyarakat sehingga tau batas amannya sampai mana,” tutupnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Menparekraf: Bali Harus Jadi Center of Excellent Pengelolaan Desa Wisata

Peristiwa

Empat Seniman Terima Penghargaan Dharma Kusuma dari Gubernur Bali

Dari Desa

Deklarasi Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik

Peristiwa

Resmi Dibuka, Gubernur Koster Harap Porprov Bali XV Cetak Atlet Terbaik

Ekbis

Ciptakan Momen Nataru Penuh Kesan, Informa Hadirkan Berbagai Inspirasi Dekorasi

Peristiwa

Satukan Kekuatan Perangi Sampah Plastik

Ekbis

Nilai Proyek Rp1,27 Triliun, Pengembangan PPN Pengambengan Dimulai

Ekbis

Bupati Jembrana Lepas Ekspor 64.800 Telur Tetas ke Uni Emirat Arab