Home / Unik Bali

Kamis, 6 April 2023 - 22:12 WIB

Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali

Pelaksanaan Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas, Kecamawan Sawan, Buleleng, bertepatan Purnama Kadasa, Kamis (6/4/2023).

Pelaksanaan Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas, Kecamawan Sawan, Buleleng, bertepatan Purnama Kadasa, Kamis (6/4/2023).

BULELENG – Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini atau disebut Ngusaba Bukakak merupakan salah satu tradisi di Desa Giri Emas (Desa Adat Sangsit Dangin Yeh), Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Tradisi ritual ini dilaksanakan setiap 2 tahun sekali bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa.

Ketua Panitia, Wayan Sunarsa, menjelaskan, Ngusaba Bukakak diwujudkan seekor burung garuda/paksi yang terbuat dari ambu/daun enau muda dengan dihiasi bunga kembang sepatu/pucuk bang. Bukakak sendiri merupakan simbol perpaduan antara sekta Siwa, Wisnu, dan Sambhu. Untuk sarana yang ditempatkan di dalam Bukakak yakni seekor babi sebagai lambang Dewa Sambhu yang diguling sebagian tubuhnya.

Baca Juga :  Bertepatan Sugihan Bali, Meru Pura Luhur Uluwatu Dipelaspas

“Hanya bagian punggungnya saja, sedangkan bagian bawah dibiarkan mentah. Sehingga babi tersebut memiliki 3 warna (Tri Datu), yakni merah/bagian matang, hitam/bagian yang masih ada bulunya, dan putih/bagian yg masih mentah dan bulunya telah dihilangkan,” jelasnya.

Bukakak dibuat di pagi hari tepat di hari-H. Setelah selesai, krama desa berkumpul di Pura Pasek/Pura Subak untuk memulai rangkaian Bukakak tersebut. Warga desa yang dipilih untuk mengusung Bukakak/Sarad Ageng tersebut adalah mereka yang sudah dewasa, sedangkan mereka yang masih remaja diperbolehkan mengusung Sarad Alit.

“Remaja berumur 12 tahun keatas menggunakan pakaian putih kuning untuk mengangkat (ngogong) sarad alit, sedangkan laki-laki berumur 17 tahun ke atas menggunakan pakaian putih merah untuk ngogong sarad ageng/bukakak,” tegasnya.

Baca Juga :  160 Pecalang Amankan Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur

Ngusaba Bukakak tersebut bertujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai dewi kesuburan atas kesuburan tanah dan segala hasil pertanian yang melimpah.

Pada Purnama Kedasa tahun ini, Ngusaba Bukakak diiring ke Pura Segara Giri Emas yang diikuti oleh krama desa dan krama subak Desa Giri Emas. Pada kesempatan ini Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana hadir dalam upacara Ngusaba Bukakak di Pura Desa Giri Emas, Kamis (6/4/2023). (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Tawur Agung Pamarisudha Bhumi Bertepatan Tilem Sada Serentak Se-Bali

Unik Bali

Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Edukasi

Prof P. Windia Ungkap Tiga Penopang Utama Keberlanjutan Kebudayaan Bali

Edukasi

Subak Kawasan Sakral, Dilarang Seks dan Pertumpahan Darah di Sawah

Unik Bali

Bulan Bahasa Bali Tahun 2025 Dibuka dengan Fragmentari Sewaka Kurma Raja

Edukasi

Kumbakarna, Sosok Cinta Tanah Air || Pergelaran Wayang Wong SMKN 4 Bangli

Dari Desa

Ogoh-ogoh Sang Hyang Penyalin Karya STT Giri Kusuma Bikin Tim Juri Tertegun