Home / Peristiwa

Jumat, 12 September 2025 - 18:34 WIB

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Pascabanjir di Bali

Wapres Gibran saat menyapa para pengungsi korban banjir di Bali, Jumat (12/9/2025).

Wapres Gibran saat menyapa para pengungsi korban banjir di Bali, Jumat (12/9/2025).

DENPASAR – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau langsung penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali, Jumat (12/9/2025). Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres menyambangi pos pengungsian di Banjar Tohpati dan Banjar Sedana Mertha Ubung, Kota Denpasar.

Di hadapan warga terdampak, Gibran menyampaikan duka cita dan memberikan semangat agar masyarakat tetap tabah menghadapi bencana. “Bapak dan Ibu tenang semua, nanti akan dibantu oleh pemerintah,” ucapnya.

Ia menegaskan, penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat hingga daerah. “Nanti yang rumah dan toko rusak akan diperbaiki,” tambahnya.

Selain meninjau posko pengungsian, Wapres bersama rombongan juga mendatangi rumah salah satu korban meninggal serta meninjau Pasar Badung yang masih dalam proses pembersihan material banjir.

Baca Juga :  Telenggelam di Kolam GKBK Jembrana, Anak 3,5 Tahun Tewas

Progres Penanganan

Hingga Jumat (12/9), tim gabungan berhasil menguras air yang merendam basement 1 pasar, sementara basement 2 yang masih tergenang hampir 2 meter tengah dalam proses penyedotan. Sebanyak 2 mobil dan 43 sepeda motor berhasil dievakuasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa kehadiran Wapres merupakan bentuk perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak 10 September 2025, saya diperintah oleh Bapak Presiden untuk segera datang ke Bali melakukan langkah-langkah penanganan. Hari ketiga ini ditandai dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden,” ujar Suharyanto.

Baca Juga :  Usai Ngerupuk, Sampah Menumpuk

Ia juga menyampaikan bahwa banjir besar yang terjadi pada 10 September kini telah surut seluruhnya. “Pengungsi di Bali tinggal 185 orang, itu pun hanya malam hari berada di posko, siang mereka kembali ke rumah untuk bersama satgas membersihkan rumahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suharyanto menyebut penanganan bencana kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta kementerian terkait.

Terkait korban hilang, ia memastikan tim gabungan terus melakukan pencarian maksimal. “Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang. Golden time dalam pencarian korban itu enam sampai tujuh hari,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Bendungan Tamblang Diresmikan dengan Nama Danu Kerthi Buleleng

Peristiwa

Apotek Sehat Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Peristiwa

Tragedi Banyu Pinaruh di Pantai Purnama, Korban Terseret Arus Ditemukan di Pantai Saba

Peristiwa

Terpeleset Saat Mendaki Gunung Agung, Seorang Wisman Meninggal Dunia

Peristiwa

Tumpek Kandang Diisi Kegiatan Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan

Peristiwa

Imigrasi Amankan WN Australia Diduga Pelaku Penembakan di Bali

Peristiwa

Sepekan Terakhir, Buleleng Dilanda Puluhan Kejadian Bencana Alam

Komunitas

Rp1,3 Miliar Lebih untuk Insentif Pekaseh di Jembrana