Home / Dari Desa / Komunitas

Jumat, 7 Juli 2023 - 13:15 WIB

Tradisi “Kamratan” di Desa Baluk Negara

Tradisi kamratan pada masyarakat Muslim di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. (kemdikbud)

Tradisi kamratan pada masyarakat Muslim di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. (kemdikbud)

JEMBRANA – Usai shalat Idul Adha, masyarakat Muslim di Desa Baluk tidak langsung melakukan penyembelihan hewan kurban seperti yang lazim dilakukan oleh masyarakat Muslim lainnya. Masyarakat memilih waktu sehabis shalat dzuhur untuk pelaksanaan pemotongan.

Sehabis shalat Idul Adha, mereka melakukan ziarah kubur dan mengikuti acara kamratan atau silaturrahmi massal. Kebiasaan menunda penyembelihan hewan kurban di Desa Baluk, sudah sejak lama dilakukan dan selama itu pula tradisi kamratan mereka laksanakan.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Muslim di Desa Baluk berjumlah sekitar 600 KK atau sekitar 2.400 jiwa. Desa ini berada di pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk, atau sekitar tiga kilometer di sebelah barat Kota Negara, ibukota Kabupaten Jembrana. Ada sekitar seratusan orang yang ikut serta dalam acara kamratan, sedangkan yang lainnya menunggu di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Peluang Animasi dan Kartun Terbuka Lebar

Kamratan adalah kegiatan silaturrahmi massal yang dilakukan secara bersama-sama dengan bentuk kegiatan mengunjungi rumah warga Muslim, berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Yang dikunjungi pertama kali adalah warga yang usianya paling tua, baru disusul ke rumah tokoh masyarakat yang usianya lebih muda dan atau mengunjungi tokoh-tokoh agama. Kegiatan terus dilakukan sampai memasuki waktu dzuhur.

Silturahmi dan Baca Doa

Dengan cara kamratan ini masyarakat bisa bersilaturahmi dengan seluruh warga. Selain bersilaturahmi, tujuan kamratan memberikan contoh agar anak muda menghormati kepada yang lebih tua. Kegiatan kamratan, bukan silaturahmi biasa. Karena setiap kali berada di rumah yang dikunjungi, diisi dengan kegiatan membaca tahlil secara singkat, kemudian diikuti dengan membaca doa bagi keselamatan tuan rumah dan keluarganya, serta seluruh warga masyarakat.

Baca Juga :  Tangkal Joged Jaruh, Paiketan Seniman Tabanan Komit Jaga Etika Tari Joged Bumbung

Hal lainnya dalam kamratan, setiap tuan rumah selalu menyediakan menu sarapan dengan makanan khas, yakni lontong sayur dan nasi plecing ayam khas Loloan. Jembrana. Tentu ada juga sejumlah jenis kue basah dan kue kering. Tuan rumah yang dikunjungi dalam acara kamratan, sengaja menyediakan makanan untuk yang datang. Karena, katanya, mereka ingin bersodaqoh dan ingin merayakan lebaran dengan menghidangkan makanan bagi warga.

Dalam setiap kamratan, tidak semua warga dikunjungi. Panitia akan membuat jadwal sesuai dengan informasi yang sebelunya sudah disampaikan oleh tuan rumah. Tapi kalau warga yang meminta dikunjungi jumlahnya terlalu banyak, maka takmir masjid akan mengatur acara kunjungan pada keesokan harinya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Lintasarta Paparkan Hasil Program CSR Digitalintasarta di Nusa Tenggara Timur

Komunitas

Astungkara! Umat Hindu Kini Bisa Beribadah Rutin di Candi Prambanan

Dari Desa

Pascabanjir Bandang, Jembatan Gantung Sungai Gelar Kembali Dioperasikan

Intermeso

Ratusan Layang-layang Penuhi Sirkuit All in One Pengambengan

Komunitas

Jangan Lewatkan Kesanga Fest 2024, Ada Parade 12 Ogoh-ogoh Terbaik di Kota Denpasar

Intermeso

Duta Buleleng Bakal Bawakan “Samudra Baniaga” dalam Pawai PKB Ke-45

Edukasi

Dharma Tula Baladika Bali DPC Denpasar Hadirkan Ida Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti

Dari Desa

Lomba Kreativitas Olahan Singkong di Dusun Wanasari