Home / Intermeso / Komunitas

Kamis, 4 Mei 2023 - 11:47 WIB

Duta Buleleng Bakal Bawakan “Samudra Baniaga” dalam Pawai PKB Ke-45

Latihan Duta Kabupaten Buleleng yang bakal tampil pada peed aya (pawai) pembukaan PKB ke-45.

Latihan Duta Kabupaten Buleleng yang bakal tampil pada peed aya (pawai) pembukaan PKB ke-45.

BULELENG – Menjelang gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45, Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan mengikuti pembinaan peed aya (pawai) pembukaan PKB 2023 bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (3/5/2023). Duta Kabupaten Buleleng pada tahun ini mengangkat tema garapan “Samudera Baniaga” atau Perniagaan Bahari yang melibatkan penari dan penabuh dari Sanggar Manik Uttara dan Yowana Giri Emas.

Dalam kegiatan itu terdapat tiga orang kurator dari panitia PKB Provinsi Bali yang memberikan beberapa masukan terhadap penampilan dari Duta Kabupaten Buleleng nanti agar dapat menampilkan yang terbaik dalam pawai.

Ditemui usai kegiatan, Prof. Dr. I Wayan Dibia, salah satu tim kurator melalui pengamatannya menerangkan semua komponen yang akan ditampilkan Duta Kabupaten Buleleng sudah dinilai memadai. Semua unsur-unsur identitas daerah, uperengga, gamelan, dan tari maskot sudah dimasukkan di dalam garapan. Hanya saja, perlu lebih mematangkan kembali konsep agar tidak melebihi waktu dan tidak melanggar kesepakatan yang sudah ada.

Baca Juga :  Gerak Jalan Lucu Kreatif Antar OPD di Jembrana

“Karena pawai ini bukan suatu pertunjukan yang diam melainkan pertunjukan yang berjalan, oleh karena itu saran yang semua kurator tadi sampaikan adalah untuk peningkatan kualitas penampilan,” jelas Prof. Dibia.

Sementara itu, I Kadek Sofyan Artawan selaku pembina dari perwakilan Duta Kabupaten Buleleng menjelaskan, persiapan dari garapan ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari untuk latihannya. Dengan membagi per sektoral tatanan dari para penari yang berjumlah 182 orang di luar pendamping.

Susunan tersebut meliputi dari pembawa papan nama, diikuti oleh tari maskot yang dalam hal ini menampilkan tari hasil rekontruksi yaitu Tari Pendet Pancasila. Kemudian diikuti oleh garapan tari kreasi Nelayan yang membawa dayung, dan terakhir berisi barisan tarian tematik yang mengangkat konsep dari cerita Pura Pabean di Pulaki.

Baca Juga :  Parade Baleganjur Bebarongan Meriahkan HUT LPD Kesiman

“Dengan adanya pembinaan sekaligus pendampingan dari Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng sendiri dapat menjadi dukungan moral sebagai modal peserta untuk tampil,” ujar Sofyan Artawan.

Dia menambahkan, dalam perjalanan sesi latihan tersebut pastinya menemui kendala seperti mempersatukan garapan, mengingat para peserta disini latihan di tempat yang berbeda dan hanya bertemu pada saat H-1 sebelum pembinaan. Namun hal tersebut bisa teratasi dengan respons yang dibarengi oleh semangat antusiasme para peserta.

Artawan berharap semoga garapan ini dapat dibawakan maksimal mengingat kegiatan pawai tersebut disaksikan oleh orang nomor 1 di Indonesia. “Semoga para peserta bisa menampilkan yang terbaik untuk masyarakat nanti dan juga kepada Bapak Presiden kita, yang sekaligus juga memperkenalkan seni khas dari Gumi Panji Sakti pada pawai tersebut,” tutupnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Regenerasi, Janger Anak-anak Banjar Mukti Singapadu Tampil di PKB

Komunitas

Plan Indonesia Luncurkan Program “Ready to Work” di Bali

Komunitas

PKK Jembrana Berbagi di Hari Kartini

Komunitas

Disnaker Gianyar Gelar Pelatihan Barista dan Junior Make Up Artist

Dari Desa

Padangsambian Klod Festival: Pelestarian Budaya, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Intermeso

Gerak Jalan Lucu Kreatif Antar OPD di Jembrana

Komunitas

Menparekraf Bertemu 24 Komunitas di Bali Bahas Isu Keberlanjutan Lingkungan

Komunitas

Pertama Kali Digelar, Lomba Sketsa Ogoh-ogoh di Jembrana Diikuti Puluhan Peserta