Home / Komunitas / Unik Bali

Jumat, 23 Juni 2023 - 12:42 WIB

Tiga Gong Kebyar Duta Denpasar Satu Panggung: Ada Anak-anak, Wanita, dan Dewasa

Penampilan Gong Kebyar Dewasa, Anak-anak, dan Wanita Duta Kota Denpasar yang tampil satu panggung pada PKB Tahun 2023 di Ardha Candra, Art Center, Rabu (22/6/2023) malam.

Penampilan Gong Kebyar Dewasa, Anak-anak, dan Wanita Duta Kota Denpasar yang tampil satu panggung pada PKB Tahun 2023 di Ardha Candra, Art Center, Rabu (22/6/2023) malam.

DENPASAR – Tiga sekaa gong kebyar duta Kota Denpasar tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali (Art Center), Rabu (22/6/2023) malam. Penampilan mereka sukses memukau dan mengundang decak kagum penonton pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV.

Tiga Gong Kebyar yang tampil itu yakni Sekaa Gong Kebyar Dewasa Asta Gurnita Sandi, Desa Dangin Puri Kaja; Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Kencana Wiguna, Banjar Kehen, Desa Kesiman Petilan; dan Sekaa Gong Wanita Wahana Swara Githa, WHDI Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Sekaa Gong Kebyar Dewasa Asta Gurnita Sandi membawakan Tabuh Dua Lelambatan Kreasi Pusering Ding Ro dan Tari Kreasi Kali Mawungu. Selanjutnya Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Kencana Wiguna membawakan Tabuh Kreasi Anyingar Cingar dan Tari Kreasi Ngaro. Sementara Gong Wanita Wahana Swara Githa membawakan Tabuh Kreasi Paksi Ngelayang dan Tari Pelegongan Kembang Ura.

Fragmentari Kalango Prabaneka Sandi dibawakan bersama-sama secara kolaborasi oleh ketiga gong kebyar Duta Kota Denpasar. “Seperti yang kita saksikan, tiga barungan gong kebyar tampil dalam satu panggung, di mana Kalango Prabaneka Sandi sebagai penampilan puncak,” ujar Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara.

Baca Juga :  Berdiri Sebelum Kemerdekaan, Sekaa Gong Belaluan Sadmerta dan Sengguan Gianyar Bertemu di Ardha Candra

Ida Pedanda Made Sidemen

Fragmentari Kalango Prabaneka Sandi menceritakan sosok pendeta (Ida Pedanda) yang hidup di pesisir Sanur yang sangat mencintai kisah perjalanan Ida Pedanda Made Sidemen. Sang pendeta juga mengikuti langkah perjalanan beliau di antaranya menulis sastra berupa kekawin, membuat topeng serta bangunan suci.

Saat pendeta itu melantunkan salah satu kekawin karya Ida Pedanda Made Sidemen yang berjudul Candra Bairawa, para sisya sangat tertegun mendengar seraya menanyakan makna dan isi kekawin tersebut. Ida Pedanda menceritakan kisah Candra Bairawa yang sarat dengan ajaran agama.

Di sisi lain, suasana griya yang dipenuhi dengan perajin topeng. Para sisya pun menanyakan berbagai macam karakter dan rupa dari topeng tersebut di antaranya topeng Telek, Topeng Bang, Rangda, dan Barong. Ida Pedanda menjelaskan tokoh tersebut, kemudian dikaitkan dengan karya sastra Ida Pedanda Made Sidemen yang berjudul Siwa Tatwa.

Baca Juga :  Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Karya sastra itu menggambarkan kerinduan Dewa Siwa kepada Dewi Durga sehingga turun ke dunia berubah wujud menjadi Ludra Murti yang membuat dunia berguncang hingga wabah penyakit dimana-mana.

Akhirnya Sang Hyang Tri Semaya dan Catur Loka Pala menetralisir dengan turun ke dunia menjadi Topeng Telek, Topeng Bang, dan Barong Iswari serta Rejang, Baris, dan seorang Dalang. Dari perwujudan tersebut membuat Dewa Siwa dan Dewi Uma kembali ke wujud aslinya dan berstana di Siwa Loka. Dunia pun kembali menjadi tenteram.

Wali  Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang hadir malam itu memberikan apresiasi kepada ketiga sekaa Gong Kebyar duta Denpasar yang sukses memberikan penampilan terbaik dan luar biasa. Ia pun bangga dengan ide dan konsep berkesenian seniman Denpasar. Hal tersebut dapat dilihat dari konsep, pola tabuh, dan tari serta penggunaan properti yang disesuaikan dengan tema. Sehingga, garapan yang dibawakan dapat dinikmati penonton dengan baik. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Bercerita Pembangunan Taman Ayun, Prasi Sepanjang 4 Meter Diselesaikan 17 Orang

Komunitas

Yayasan Bakti Pertiwi Jati Konsen pada Pelestarian Situs Budaya dan Alam Bali

Unik Bali

Dibuka Megawati, PKB XLV Berlangsung hingga 16 Juli 2023

Intermeso

Teater Jineng Sajikan Parade Monolog “Gelora Cerita Kita” dalam FSBJ V

Edukasi

Sosialisasi Praperkawinan Hindu, Wujudkan Keluarga “Sukhinah Bhawantu”

Peristiwa

Patung Wisnu Murti Bakal Dibangun Kembali, Patung Bung Karno Dipindahkan

Dari Desa

Ubung Kaja Festival Digelar Perdana, Ada Lomba Seni dan Pameran UMKM

Unik Bali

160 Pecalang Amankan Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur