Home / Dari Desa / Unik Bali

Jumat, 27 Januari 2023 - 11:12 WIB

Ngaben di Krematorium Bahagia Pekutatan, Rp13 Juta Sampai Nganyut

Suasana upacara pengabenan perdana Krematorium Bahagia di Pekutatan, Jembrana, Kamis (26/1/2023).

Suasana upacara pengabenan perdana Krematorium Bahagia di Pekutatan, Jembrana, Kamis (26/1/2023).

JEMBRANA – Setelah diresmikan pada Desember 2022 lalu, akhirnya Krematorium Bahagia Pekutatan mulai dimanfaatkan. Keberadaan krematorium ini dinilai termurah di Bali, lantaran dengan biaya hanya Rp13 juta untuk kremasi, mulai dari nyiraman sampai nganyut.

Keberadaan Krematorium Bahagia pun dinilai meringankan beban umat Hindu, utamanya saat menyelesaikan karya pitra yadnya. Pengabenan perdana di krematorium itu pada Kamis (26/1/2023) turut dihadiri Bupati I Nengah Tamba yang menyaksikan prosesi hingga selesai untuk memastikan segala prosesnya berjalan sesuai dan lancar.

Pembangunan Krematorium Bahagia ini tidak lepas dari uluran tangan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam menyelesaikan masalah masyarakat Bali khususnya di Kabupaten Jembrana. Bupati Jembrana pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur.

Baca Juga :  Jaya Negara Mendem Pedagingan di Prajapati Pura Kahyangan Sumerta

“Ini semua atas kemurahan hati beliau membantu kita Kabupaten Jembrana dalam rangka menyiapkan solusi dari masalah-masalah yang terjadi dari semeton atau umat yang ada di Kabupaten Jembrana. Salah satu solusinya adalah krematorium yang sudah berdiri di Desa Adat Pekutatan ini,” ucap Tamba.

Bupati Tamba mengatakan, proses kremasi di Krematorium Bahagia hanya membutuhkan waktu 2 jam dari proses pemandian (nyiraman) sampai pembakaran. Berkat adanya krematorium itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga duka dalam pelaksanaan pitra yadnya.

“Hari pertama ini kita lihat proses dan waktu yang dibutuhkan dalam satu sang lampus (orang meninggal) itu cuman butuh waktu 2 jam. Semoga ini bermanfaat bagi umat,” ucapnya.

Baca Juga :  Pentingnya Komunitas Relawan dalam Penanggulangan Erupsi Gunung Api

Kepada penanggung jawab krematorium, Bupati Tamba menekankan, Krematorium Bahagia tersebut bukan tempat untuk mencari untung. Namun, untuk membantu beban masyarakat dalam melaksanakan pitra yadnya.

“Ini bukan tempat untuk mencari untung, bukan bisnis, ini fungsinya membantu warga yang tidak mampu atau warga yang lagi kedukaan. Di sinilah tempat orang duka kita bantu. Simpel tapi manut ring pemargin napi polah-palih ring adat sane memargi,” katanya.

Bendesa Adat Pekutatan, I Made Ariasa, mengatakan, biaya proses kremasi di Krematorium Bahagia senilai Rp13 juta. “Untuk paket termurah saat ini di Krematorium Bahagia ini senilai 13 juta sampai nganyut, sudah termasuk upakara dan angklung, dengan upacara pengabenan Swasta Geni,” tuturnya. (dbc) 

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Desa Budaya Jadi Strategi Menjaga Kedaulatan Bali

Peristiwa

Pelebon Raja Denpasar IX Gunakan Bade Tumpang 11 dan Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Tiga Sulinggih Muput Upacara Pawintenan Bersama di Banjar Adat Bakung

Dari Desa

Bupati Mahayastra Serahkan Truk Kebersihan untuk Desa Lebih dan Desa Kendran

Unik Bali

Ada Tiga Kelompok “Rerainan”, Berikut Penjelasannya!

Unik Bali

Tawur Agung Pamarisudha Bhumi Bertepatan Tilem Sada Serentak Se-Bali

Dari Desa

Empat Desa di Denpasar Pilih Perbekel, Hasilnya Semua Petahana Menang

Komunitas

Ida Dukuh Celagi: Bhaerawa Ajaran Cinta Kasih, Lakukan Pelayanan dengan Penuh Bakti