Home / Komunitas

Minggu, 8 Oktober 2023 - 22:36 WIB

Workshop dan Lomba Makepung, Bentuk Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka Workshop Tradisi dan Lomba Makepung yang ditandai dengan pelepasan pasang kerbau di Sirkuit Makepung Sang Hyang Cerik Desa Tuwed, Minggu (8/10/2023).

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka Workshop Tradisi dan Lomba Makepung yang ditandai dengan pelepasan pasang kerbau di Sirkuit Makepung Sang Hyang Cerik Desa Tuwed, Minggu (8/10/2023).

JEMBRANA – Dalam upaya mempromosikan dan melestarikan budaya lokal, Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka Workshop Tradisi dan Lomba Makepung yang ditandai dengan pelepasan pasang kerbau di Sirkuit Makepung Sang Hyang Cerik Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (8/10/2023).

Acara ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian dari program stimulan dalam rangka kegiatan ekspresi budaya Workshop Tradisi Makepung. Sebanyak 15 pasang kerbau berpartisipasi dalam lomba ini.

Dalam sambutannya, Bupati I Nengah Tamba mengungkapkan apresiasinya terhadap acara ini. Menurutnya Makepung yang menjadi ikon Jembrana, adalah tradisi yang memiliki nilai tinggi dalam bidang pariwisata.

“Makepung sebagai salah satu tradisi khas dan budaya masyarakat Kabupaten Jembrana wajib dilestarikan dan dikembangkan. Makepung juga merupakan daya tarik wisata yang potensial, karena ciri khas dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Festival Wayang Dunia 2023 Diikuti Peserta dari Indonesia, China, dan Italia

Bupati Jembrana juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Bantuan Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kategori Stimulator Kegiatan Ekspedisi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek sehingga kegiatan Workshop Tradisi Makepung dan Lomba Makepung. Terlebih lagi sudah bisa melibatkan generasi muda dalam pelaksanaannya.

“Hal tersebut sejalan pula dengan kebijakan pengembangan diarahkan dalam destinasi dan atraksi wisata yang berdaya saing dengan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Semoga dengan kegiatan ini Makepung dapat lebih dikenal luas hingga mancanegara dan keberadaannya sebagai tradisi budaya lokal tetap terjaga dan lestari,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ogoh-ogoh Sang Hyang Penyalin Karya STT Giri Kusuma Bikin Tim Juri Tertegun

Ketua Sekaa Mekepung, Made Mara, menjelaskan Workshop Tradisi Makepung dan Lomba Makepung ini, selain bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya dan sebagai ajang promosi pariwisata. “Tradisi Makepung yang hanya ada di Kabupaten Jembrana ini kita harapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan yang lain seperti pertanian dan peternakan khususnya pelestarian kerbau,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan lomba, dia menjelaskan lomba ii diikuti 15 pasang kerbau, 8 pasang regu barat dan 7 pasang regu timur. “Ini secara bergilir kita berikan kesempatan kepada masing-masing sekaa. Apabila nanti ada acara serupa akan kita berikan kepada sekaa lainnya,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Komunitas

Astungkara! Umat Hindu Kini Bisa Beribadah Rutin di Candi Prambanan

Komunitas

Rp1,3 Miliar Lebih untuk Insentif Pekaseh di Jembrana

Dari Desa

Bupati Tamba Kukuhkan Sanggar Kerta Winangun Swara Desa Dangintukadaya

Dari Desa

Pentingnya Komunitas Relawan dalam Penanggulangan Erupsi Gunung Api

Edukasi

Mungkinkah Penyederhanaan Ngaben di Jakarta?

Edukasi

SMA PGRI Blahbatuh Sukses Gelar Parisma Festival II

Komunitas

CSR Lintasarta Dukung Upaya Konservasi Ribuan Penyu di Bali

Edukasi

Perempuan Cerdas Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital