Home / Dari Desa / Unik Bali

Kamis, 3 Agustus 2023 - 11:43 WIB

Made Wijana Warisi Seni Lukis Wayang Kaca Khas Desa Nagasepeha

Seniman lukis generasi muda asal Desa Nagasepeha, Made Wijana, saat pameran karya seni Lovina Festival 2023. (ist)

Seniman lukis generasi muda asal Desa Nagasepeha, Made Wijana, saat pameran karya seni Lovina Festival 2023. (ist)

BULELENG – Pada pameran karya seni Lovina Festival 2023, seniman lukis generasi muda asal Desa Nagasepeha, Made Wijana, mewarisi tradisi seni lukis wayang kaca yang khas dengan dari almarhum ayahnya Ketut Santoso.

Pameran kerajinan yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 Juli 2023 ini menjadi ajang bergengsi bagi para seniman lokal untuk memperkenalkan karya-karya mereka kepada publik, namun Made Wijana berhasil menyita perhatian dengan lukisan-lukisan wayang kaca yang luar biasa.

Made Wijana, Minggu (25/7/2023) mengatakan, lukisan-lukisan wayang kaca buatannya menampilkan berbagai tema pewayangan, seperti kisah-kisah epik Ramayana dan Mahabharata, namun tidak hanya itu, dia juga menampilkan tema-tema alam yang indah dan menyentuh hati. Setiap karyanya disusun dengan detail yang memukau, menggambarkan karakter-karakter pewayangan dengan jelas dan menghidupkan setiap adegan dengan sentuhan magis kuasnya.

Baca Juga :  Penanaman Bibit Kelapa dalam Festival Perhutanan Sosial Desa Besakih

Daya tarik unik dari lukisan wayang kaca buatan Made Wijana ini menarik minat para wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat. Para pengunjung terpesona oleh keindahan dan keaslian karya seniman yang sangat terampil ini. Kreativitas Made Wijana yang menggabungkan tradisi pewayangan dengan unsur-unsur modern mampu mencuri perhatian para kolektor seni dan pecinta budaya.

“Harga lukisan-lukisan wayang kaca ini bervariasi, dimulai dari satu jutaan rupiah, sesuai dengan ukuran kaca dan tingkat kerumitannya,” ungkap Made Wijana, sambil memperlihatkan senyum bangga di wajahnya. Dia berharap agar karyanya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk para kolektor seni muda yang tertarik dengan keindahan budaya Indonesia yang kaya.

Baca Juga :  Jumantik Desa Padangsambian Kaja Lakukan Abatisasi dan PE

Karya-karyanya akan terus dirinya dipamerkan di berbagai acara seni dan budaya di masa depan, menghadirkan keajaiban pewayangan dan alam Buleleng yang memesona bagi dunia. Made Wijana berharap semangat seni dan ketekunannya dalam melestarikan seni lukis wayang kaca akan terus menjadi sumber inspirasi bagi para seniman generasi mendatang. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Komunitas

Tangkal Joged Jaruh, Paiketan Seniman Tabanan Komit Jaga Etika Tari Joged Bumbung

Dari Desa

Penguatan Ketahanan Pangan, Kelurahan Padangsambian Tanam Cabai, Buah, dan Sayuran

Unik Bali

Pawintenan Bersama Diikuti 225 Peserta, Yayasan PSCB: Tidak Ada Unsur “Desti”

Dari Desa

Cegah Stunting, TP PKK Provinsi Bali Gelar Aksi Sosial di Desa Taro

Unik Bali

Tawur Agung Pamarisudha Bhumi Bertepatan Tilem Sada Serentak Se-Bali

Dari Desa

Desa Panji Jadi Percontohan Digitalisasi Pansimas di Buleleng

Dari Desa

Karya Atma Wedana Maligia Punggel di Kesiman Upacarai 398 Sekah