Home / Dari Desa / Komunitas

Senin, 22 Mei 2023 - 20:54 WIB

Silaturahmi Pemuda Loloan, Kedepankan Toleransi Lewat Atraksi Budaya

Acara halal bihalal dan silaturahmi di atas Jembatan Syarif Tua Loloan, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/5/2023).

Acara halal bihalal dan silaturahmi di atas Jembatan Syarif Tua Loloan, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/5/2023).

JEMBRANA – Pemuda Kelurahan Loloan Timur dan Pemuda Kelurahan Loloan Barat menggelar acara halal bihalal dan silaturahmi di atas Jembatan Syarif Tua Loloan, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/5/2023). Acara tersebut mengusung tema “Merajut Bahagia Bersama Menuju Jembrana Emas 2026”.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Wabup IGN Patriana Krisna dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menghadiri halal bihalal dan silaturahmi itu. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Jembrana disambut dengan penampilan kesenian Janturan dan Pencaksilat. Sebagai bagian dari tradisi masyarakat Melayu, Bupati Tamba sempat berbalas pantun dengan Pemuda Loloan, bentuk sambutan selamat datang.

Silaturahmi dan halal bihalal tersebut bertujuan untuk mempererat menjalin hubungan tali persaudaraan. Selain itu juga kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Pemuda Loloan Timur dan Loloan Barat kepada Pemkab Jembrana guna menyongsong Jembrana Emas 2026. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan dan dapat dukungan dari Pemkab Jembrana.

Baca Juga :  Workshop dan Lomba Makepung, Bentuk Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata

“Kegiatan ini merupakan wujud silahturahmi dan meneguhkan rasa toleransi antarumat beragama. Kami juga melibatkan pemuda, masyarakat, tokoh Loloan Barat dan Loloan Timur, perwakilan tokoh lintas agama,” terang Galih Firmansyah mewakili Pemuda Loloan.

Galih Firmansyah mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya bisa mempertunjukkan seni budaya dan kuliner khas Kampung Melayu Loloan yang dikemas dalam wadah kegiatan halal bihalal.

Padukan Jegog dan Hadrah

Pementasan kesenian untuk halal bihalal yang ke-2 cukup unik dimana pementasan kesenian janturan (kolaborasi). Kesenian pementasan janturan merupakan kesenian yang digunakan atau yang ada pada masa lalu (seni yang hilang) memadukan antara jegog dan hadrah.

“Di mana jegog dan hadrah ini di janturkan/dibenturkan. Benturan dalam arti musik yang diiringi dengan gerakan seperti pencak silat, ngibing, dan kolaborasi lainnya,” jelas Galih.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Resmi Bergulir di Jembrana

Bupati Tamba memaknai kegiatan tersebut sebagai rasa syukur di Jembrana untuk menjaga kerukunan, rasa kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin dengan baik. Karena itu, ia merasa bangga atas peran serta pemuda Loloan, terlebih silaturahmi ini diadakan di atas jembatan bersejarah Syarif Tua. “Tempat ini sangat bersejarah karena berada di atas aliran Sungai Ijogading. Sungai perlintasan masuknya sejarah Islam ke Jembrana,” ucapnya.

Bupati ingin menciptakan cerita yang menarik di atas jembatan Syarif Tua sebagai saksi dilaksanakannya halal bihalal yang kedua kalinya. “Mudah-mudahan ini menjadi satu tren budaya yang harus kita tetapkan baik itu generasi yang akan datang. Sehingga rasa akulturasi budaya kita merasa bersatu dari sekian umat yang ada di Jembrana bersatu padu membangun Kabupaten Jembrana,” katanya.  (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

BUMDes Inspiratif, Wamendes PDTT Sambangi Teba Majalangu Kesiman Kertalangu

Dari Desa

Penggilingan Padi Senilai 15 Miliar Akan Dibangun di Desa Penyaringan Jembrana

Dari Desa

Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Edukasi

Yayasan BWL Beri Penghargaan kepada Bank Sampah dan TPS3R Terbaik di Badung

Dari Desa

Desa Kayu Putih Dirikan Perpustakaan, Sudah Koleksi 1.000 Buku

Dari Desa

Lahan Kosong di Panjer Jadi Lokasi Pembuangan Sampah Liar

Edukasi

“Ketut Garing” Ternyata Putra Raja // Dari Pentas Drama Teater Jineng

Komunitas

Amartha dan Unilever Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan dengan Bank Sampah Perempuan Mikro