DENPASAR – Hujan dan angin kencang melanda wilayah Bali pada Kamis (22/12/2022) hingga Jumat (23/12/2022). Akibatnya, tercatat puluhan kejadian pohon tumbang yang tersebar di sejumlah tempat di Pulau Dewata.
Dari Karangasem dilaporkan, angin kencang yang melanda pada Kamis siang mengakibatkan 17 kejadian pohon tumbang di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Manggis, Abang, Kubu, dan Selat. Tumbangnya pohon hanya menimpa bangunan dan menutupi jalan, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Dilaporkan total pada hari itu terdapat 9 bangunan rusak tertimpa pohon.
Salah satu kejadian pohon tumbang di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, pohon menimpa bangunan hotel yang mengakibatkan kerusakan bagian atap bangunan. “Pohon tumbang menimpa bangunan sudah dievakuasi, kerugiannya sekitar 70 juta,” ungkap Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa.
Selanjutnya pada hari Jumat, BPBD Karangasem mencatat, sampai pukul 18.00, terdapat 20 kejadian dampak angina kencang. Akibatnya, 8 rumah rusak, 13 desa terdampak yang tersebar di enam kecamatan. Mengingat cuaca ekstrem masih terjadi, Arimbawa mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati. Warga diminta menjauhi tebing serta pohon saat turun hujan. “Ini antisipasi hal-hal tak diinginkan seperti tertimpa longsor dan pohon tumbang,” tandasnya.
Menutupi Badan Jalan
Pohon tumbang juga terjadi di Kabupaten Tabanan. Pohon jenis suar di bahu jalan di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, tumbang dan menutup badan jalan, Kamis. Kondisi tersebut pun mengakibatkan arus lalin di jalur Denpasar-Gilimanuk itu macet total sekitar satu jam. Peristiwa tersebut terjadi bersamaan saat turun hujan dan angin kencang, sekitar pukul 08.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Angin kencang di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar mengakibatkan pohon cemcem tumbang menutupi badan jalan di Jalan Gunung Sari, Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud, Kamis. Selain itu, pohon juga menimpa dan merusak satu unit ruko. Wakapolsek Ubud, AKP Dewa Gde Oka, bersama personel piket fungsi dan BPBD, Babinsa serta masyarakat turun tangan membersihkan material pohon.
Sementara itu, dari Kabupaten Badung, akibat hujan yang disertai angin kencang pada Kamis, sebuah pohon tumbang di Jalan Uluwatu, perbatasan Ungasan dan Pecatu, Kuta Selatan. Tumbangnya pohon yang cukup besar ini menimpa 2 kendaraan roda dua dan 4 kendaraan roda empat. Pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang juga terjadi di Jalan Nakula depan Hotel Town Square Legian, Kuta, Badung, Jumat.
BPBD Badung mencatat, setidaknya terjadi 31 pohon tumbang di Kabupaten Badung sejak Kamis (22/12/2022) hingga Jumat sore (23/12/2022). Kepala BPBD Badung, I Wayan Darma, mengatakan, jumlah itu akan terus meningkat karena cuaca ekstrem yang terjadi. Sejumlah kawasan seperti Kuta Selatan, Ungasan, Mengwi, Abiansemal, Cemagi terus dipantau mengingat kawasan itu rawan bencana. BPBD Badung mengaku untuk mengantisipasi kebencanaan sudah melakukan gladi SKPD terkait institusi lintas sektoral, Satpol PP DLHK, Polri dan TNI.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati melakukan aktivitas agar terhindar dari bencana. Begitu juga sebaliknya, jika warga melihat ada bencana, baik pohon tumbang, banjir, longsor dan lainnya dapat menghubungi Badung Siaga Bencana,” ujar Wayan Darma. (dbc)















