Home / Peristiwa

Kamis, 14 Maret 2024 - 15:24 WIB

Evakuasi Jenazah di Puncak Gunung Agung Dihadapkan dengan Cuaca Ekstrem

Proses evakuasi sesosok jenazah yang ditemukan di puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, pada koordinat 8°20'31.12

Proses evakuasi sesosok jenazah yang ditemukan di puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, pada koordinat 8°20'31.12"S - 115°29'35.81"E, di ketinggian sekitar 2833 Mdpl.

KARANGASEM – Sesosok jenazah ditemukan di puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, pada koordinat 8°20’31.12″S – 115°29’35.81″E, di ketinggian sekitar 2833 Mdpl, Selasa (12/3/2024) siang. Ciri-cirinya, laki-laki, menggunakan jaket dan celana panjang warna hitam, rambut putih (beruban), membawa tas berwarna hijau.

Belakangan diketahui korban bernama Alexander Bimo Haryotedjo (60 tahun) asal kelahiran Yogyakarta, dan alamat di KTP yakni Desa Bongsari, Semarang Barat.

Tidak ada yang mengetahui kapan tepatnya korban memulai pendakian di Gunung Agung, karena sebenarnya sudah ada larangan untuk melakukan pendakian dari pemerintah setempat. Larangan tersebut berkenaan adanya upacara keagamanan “Ida Batara Turun Kabeh”.

“Info awal kami terima melalui goup potensi SAR yang menyatakan bahwa seorang pendaki WNA menemukan jenazah. Selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD serta pemandu lokal setempat, akhirnya dipastikan informasi tersebut A1 pada pukul 19.00 Wita,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya.

Baca Juga :  Banjir Landa Bali, 9 Orang Meninggal Dunia, 2 Hilang

Sore itu, kurang lebih pukul 17.00 Wita 2 orang pemandu lokal mendaki melalui Pengubengan dan setelah 2 jam lebih perjalanan, mereka tiba di lokasi penemuan jenazah. Kondisi cuaca di lokasi berkabut tebal dan angin sangat kencang, maka proses evakuasi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada hari itu juga.

Akhirnya, Rabu (13/3/2024) pagi tim SAR gabungan sudah bergerak dari Pos Pengubengan. SRU pertama berangkat dari Pos Pengubengan pada pukul 03.00 Wita dan disusul SRU berikutnya sekitar pukul 08.20 Wita. Setelah perjalanan kurang lebih 9 jam lamanya, SRU pertama akhirnya tiba di lokasi penemuan jenazah.

Setelah proses evakuasi lebih dari 24 jam, akhirnya Kamis (14/3/2024) pagi, jenazah tiba di Pos Pengubengan.

Kondisi cuaca hujan dan angin sangan kencang, kabut tebal hingga membatasi jarak pandang sekitar 1 meter. Berselang satu jam kemudian, tim SAR gabungan mulai turun kembali membawa jenazah.

Melihat situasi dan kondisi di lokasi, kembali diberangkatkan 6 personel dari Kantor Basarnas Bali. Setibanya di Pos Pengubengan, mereka melanjutkan naik menyusul SRU sebelumnya. SRU terakhir yang turut membantu proses evakuasi berangkat pada pukul 20.00 Wita, dimana terdiri dari Persatuan Pemandu Pasar Agung Selat.

Baca Juga :  Ayo! Saksikan Sanur Festival pada 19-23 Juli 2023 di Pantai Matahari Terbit

Proses evakuasi dilakukan dengan cara estafet dari SRU 1 hingga SRU 4. Semakin malam kondisi cuaca tidak kondusif, terjadi hujan badai. Kondisi tersebut memperlambat gerak tim SAR gabungan.

SRU 1 dan SRU 2 turun terlebih dahulu, dan upaya evakuasi dilanjutkan SRU 3 dan SRU 4. Pada Kamis (14/3/2024) pagi pukul 07.12 Wita jenazah Alexander telah tiba di Pos Pengubengan. Selanjutnya dibawa menuju RSUD Karangasem dengan menggunakan mobil jenazah.

Selama proses evakuasi melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Samapta Polda Bali, Brimob Polda Bali, Polres Karangasem, Polsek Rendang, Intel Kodim 1623 Karangasem, Babinsa Rendang, Babinsa Besakih, BPBD Karangasem, pemandu lokal, Persatuan Pemandu Pasar Agung Selat, dan msyarakat setempat. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Singaraja Siap Berwajah Baru, Penataan Utilitas di Kawasan Heritage

Peristiwa

Puncak HANI 2025 di Karangasem Diisi Penyalaan Lilin

Peristiwa

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pria Gantung Diri di Tebing Uluwatu

Peristiwa

Imigrasi Singaraja Deportasi WNA yang Bertindak Tak Senonoh di Pura Besakih

Peristiwa

Terpeleset Saat Mendaki Gunung Agung, Seorang Wisman Meninggal Dunia

Peristiwa

Nengah Duija Terpilih Jadi Dirjen Bimas Hindu Setelah Dua Kali Ikut Seleksi

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Bali, Pohon Tumbang di Sejumlah Tempat

Peristiwa

Krisis Sampah Perparah Dampak Banjir di Bali