Home / Unik Bali

Minggu, 10 Maret 2024 - 17:36 WIB

Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar Dipuput Sarwa Sadhaka

Upacara Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka, Minggu (10/3/2024) bertempat di Catus Pata Catur Muka Denpasar.

Upacara Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka, Minggu (10/3/2024) bertempat di Catus Pata Catur Muka Denpasar.

DENPASAR – Prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian hari suci Nyepi Saka 1946 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Kesanga, Minggu (10/3/2024) bertempat di Catus Pata Catur Muka Denpasar. Diiringi suara gamelan, kekidungan, hingga sesolahan Rejang Renteng dan Topeng Wali, upacara Tawur Agung Kesang aini berlangsung khidmat yang dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka.

Tak sedikit umat Hindu Kota Denpasar dan perwakilan desa adat se-Kota Denpasar yang mengikuti rangkaian Tawur Agung hingga selesai. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama jajaran turut nyaksiang seluruh prosesi yang diakhiri dengan mendem tawur di Catus Pata Catur Muka Denpasar.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Antara, mengatakan, Upacara Tawur Agung Kesanga Kota Denpasar serangkaian Nyepi Saka 1946 sudah dimulai sejak tanggal 24 Februari 2024 dengan mepiuning.

Dilanjutkan dengan nyukat genah di timur laut Catus Pata pada hari Selasa, 2 Maret 2024. Sedangkan runtutan acara lainnya seperti ngingsah dan mapepada dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha.

Baca Juga :  Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Gelar Pawintenan Massal di Pura Sakenan

Adapun Sarwa Sadhaka yang muput pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Gede Mas Jelantik, Ida Rsi Bhujangga Oka Widnyana, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Ida Sri Empu Dharma Sunu, dan Ida Pandita Empu Nabe Dhaksa Mertha Yoga.

Sementara itu, Wali Kota Jaya Negara menjelaskan, Pemkot Denpasar melaksanakan Tawur Agung Kesanga serangkaian hari suci Nyepi. Di mana setelah Tawur Agung Kesanga, prosesi dilanjutkan dengan malam pengrupukan yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh sebagai prosesi nyomya bhutakala.

Baca Juga :  Bayar Pijat Pakai Uang Palsu Bikinan Sendiri, Seorang Dokter Ditangkap Polisi

Jaya Negara menekankan, pelaksanaan malam pengrupukan dan Nyepi diserahkan kepada desa adat yang disesuaikan dengan dresta, adat istiadat, dan awig-awig yang berlaku. Sehingga adat dan budaya Bali tetap ajeg lestari yang dibentengi dengan desa adat.

“Mari kita laksanakan malam pengrupukan dan Catur Brata Penyepian ini dengan khidmat, dengan penuh rasa tanggung jawab agar pelaksanaannya lancar, tertib, aman, dan kondusif,” ucap Jaya Negara.

Nyepi sipeng dilaksanakan pada hari Senin,11 Maret 2024 selama sehari penuh atau 24 jam sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita keesokan harinya, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Yakni amati gni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Bercerita Pembangunan Taman Ayun, Prasi Sepanjang 4 Meter Diselesaikan 17 Orang

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Pura Pertama di Belanda

Dari Desa

Penglingsir Puri Agung Mengwi Kukuhkan Penglingsir Puri Agung Jembrana

Unik Bali

Puncak Karya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Ida Bhatara Nyejer hingga 23 November

Unik Bali

“Gugon Tuwon” Wuku Dungulan, Pahami Galungan Bersifat “Loka Dresta”

Unik Bali

Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana

Unik Bali

Bulan Bahasa Bali Tahun 2025 Dibuka dengan Fragmentari Sewaka Kurma Raja