Home / Dari Desa / Unik Bali

Minggu, 16 Oktober 2022 - 13:46 WIB

Penglingsir Puri Agung Mengwi Kukuhkan Penglingsir Puri Agung Jembrana

Suasana di sela-sela upacara mejaya-jaya dan pengukuhan Penglingsir Puri Agung Jembrana, 15 Oktober 2022.

Suasana di sela-sela upacara mejaya-jaya dan pengukuhan Penglingsir Puri Agung Jembrana, 15 Oktober 2022.

JEMBRANA – Paiketan Pasemetonan Puri Agung Jembrana menggelar upacara mejaya-jaya dan pamikukuhan (pengukuhan) Penglingsir Puri Agung Jembrana. Acara itu berlangsung di Puri Agung Jembrana, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Sabtu 15 Oktober 2022.

Pamikukuhan Penglingsir Puri Agung Jembrana, Anak Agung Made Wiadi dilakukan oleh Ida Penglingsir Puri Agung Mengwi, Ida Anak Agung Gde Agung. Sementara upacara mejaya-jaya yang dipuput Ida Pedanda Gede Megati dari Griya Megati. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba turut menyaksikan upacara tersebut. Tampak sejumlah anggota paiketan dan pengurus antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi itu.

Ketua panitia acara I Gusti Kade Muliawan mengatakan, tujuan melaksanakan upacara mejaya-jaya adalah membersihkan pengaruh-pengaruh negatif pengurus pesemetonan Puri Agung Jembrana. Serta memohon restu ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa agar dalam melaksanakan program ke depan dapat berjalan dengan baik. “Mejaya-jaya adalah prosesi upacara secara niskala dalam bentuk pelaksanaan ritual agama yang disesuaikan dengan dresta puri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ayo Saksikan Drama Gong Lawas di Art Centre, 17 Desember 2022

Ada 40 Dadia/Puri/Jero

Ia menjelaskan adapun semeton puri/jero/dadia yang masuk dalam pasemetonan itu berjumlah 40 dadia, yang semuanya termasuk pelaku-pelaku sejarah Jembrana. Puri Jembrana sendiri beridiri pada tahun 1705 dari Puri Agung Mengwi. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara ini.

“Dalam pengukuhan dan mejaya jaya Ida Pengelingsir Pura Agung Jembrana beserta pengempon sudah terlaksana. Dengan tujuan untuk bersatu dan selalu bersinergi dengan pemerintah terutama dalam adat dan budaya supaya tetap kukuh,” katanya.

Baca Juga :  160 Pecalang Amankan Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur

Bupati Tamba manyambut baik atas terselenggaranya acara pengukuhan Penglingsir Pasemetonan Puri Agung Jembrana. Makna acara ini adalah saling mengingatkan agar selalu bersatu untuk membangun Kabupaten Jembrana serta sebagai pengayom masyarakat Jembrana.

“Mungkin selama ini komunikasi tidak saling mengingatkan tidak baik. Sekarang sudah dikukuhkan menjadi satu paiketan, saya antusias dan menyambut baik untuk pembangunan di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Tamba berharap ke depan puri bisa mempertahankan eksistensi terkait dengan tiga filosopi dalam adat dan budaya. Penglingsir Puri dan Pesemetonan Puri juga agar selalu mendukung program Pemkab Jembrana. “Saya berpesan paiketan ini jangan menjadi ekslusif, tetapi justru membangun Kabupaten Jembrana, keluar dia akan menjadi pengayom, pengayah di masyarakat,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Sinergi Pemkab Jembrana dan TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda di Mendoyo

Unik Bali

Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali

Dari Desa

Desa Sudaji Terapkan Community Based Tourism

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Festival Lelakut 2024 di Kecamatan Negara, Lelakut Bukan Sekadar Menakuti Burung

Dari Desa

Bupati Mahayastra Serahkan Truk Kebersihan untuk Desa Lebih dan Desa Kendran

Dari Desa

Kelurahan Sesetan Gelar Upacara Melaspas dan Mendem Pedagingan Padmasana

Dari Desa

BUMDes Inspiratif, Wamendes PDTT Sambangi Teba Majalangu Kesiman Kertalangu