Home / Edukasi

Selasa, 3 Oktober 2023 - 16:54 WIB

Teruna-Teruni Buleleng Antusias Ikuti Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya

Kaum milenial di Buleleng saat mengikuti lomba membuat wayang di Sasana Budaya, Selasa (2/10/2023).

Kaum milenial di Buleleng saat mengikuti lomba membuat wayang di Sasana Budaya, Selasa (2/10/2023).

BULELENG – Ratusan pemuda-pemudi atau teruna-teruni di Kabupaten Buleleng sangat antusias mengikuti lomba berbasis tradisi dan budaya Bali yang diselenggarakan UPTD Gedong Kirtya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. Ada empat kategori lomba yang digelar yaitu masatua Bali, macecimpedan, Baligrafi, dan membuat wayang.

Kadi Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, usai membuka lomba di Sasana Budaya pada Selasa (2/10/2023) mengatakan, lomba tersebut bertujuan untuk menguatkan, mendekatkan untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya di Kabupaten Buleleng pada khususnya dan Bali pada umumnya.

“Lomba ini bertemakan keberlangsungan dan kebermanfaatan warisan budaya bagi kaum milenial, itulah sasarannya,” jelasnya.

Disinggung dari peserta kaum milenial, Wisandika menegaskan di tengah gempuran kemajuan teknologi saat ini pihaknya bersama seluruh stakeholder berkolaborasi untuk memperkuat tradisi dan kebudayaan Bali kepada generasi penerus khususnya para teruna-teruni yang nantinya sebagai pewaris dan melestarikan budaya Bali.

Baca Juga :  Wadahi UMKM Lokal, Pemkab Buleleng Rancang Toko Online "My Buleleng"

“Dengan gaya kaum muda sekarang kita terus dekatkan, pupuk rasa cinta akan budaya dan tradisi kita yang adiluhung. Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi?” imbuhnya.

Pada lomba membuat wayang, para peserta diminta membuat wayang dengan tokoh Yudistira. Terkait hal ini, Wisandika menerangkan bahwa tokoh Yudistira melambangkan kebijaksanaan. Hal ini yang menjadi landasan sikap harapan bagi kaum milenial di era sekarang untuk dapat berpikir, berkata, dan berperilaku lebih bijaksana sesuai dengan tokoh pewayangan tersebut.

Salah seorang peserta lomba masatua Bali, I Gede Arya Waraspatika Nanda dari SDN 3 Tunjung, Kecamatan Kubutambahan, ditemui usai lomba mengatakan, motivasi dirinya ikut lomba agar dapat membanggakan orang tua dan sekolah dalam upaya melestarikan tradisi Bali khususnya masatua Bali.

Baca Juga :  Pj Bupati Buleleng Lantik 15 Perbekel, Diharap Menjawab Tantangan Pembangunan Desa

“Sebelumnya saya pernah mengikuti lomba sebanyak 2 kali di desa saya. Kali ini saya ikut dengan membawa cerita Jayaprana dan Layon Sari. Walaupun nantinya belum beruntung yang penting saya bisa tampil maksimal,” ucapnya.

Siswa yang duduk di kelas 6 ini sangat didukung oleh orang tua dan para gurunya. Dalam mempersiapkan lomba setiap hari, dirinya latihan baik di sekolah maupun sepulang sekolah. “Saat lomba kali ini mungkin karena banyak yang menonton agak grogi jadinya dan berusaha segera selesai lombanya,” tandasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Anak-anak TK/PAUD di Denpasar Timur Ikuti Pawai Ogoh-ogoh

Edukasi

Pulihkan Kebiasaan Menyikat Gigi, BKGN 2022 Beri Edukasi dan Perawatan Gratis

Edukasi

Lomba Dharma Gita Widyasaba Se-Kecamatan Buleleng

Edukasi

Desak Made Rita Raih Emas Piala Dunia Panjat Tebing, Sekaligus Lolos ke Olimpiade Paris 2024

Edukasi

Hebat! Pelajar SMPN 2 Kubutambahan Rancang Gamelan Digital dan DDBot

Edukasi

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Edukasi

Cakap Digital, Kunci dan Pondasi di SMPN 8 Singaraja

Edukasi

Wisuda Perdana ITP Markandeya Bali Luluskan 69 Sarjana