Home / Edukasi / Unik Bali

Minggu, 19 Februari 2023 - 22:15 WIB

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Salah satu peserta lomba baligrafi dalam ajang Bulan Bahasa Bali ke-5 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar.

Salah satu peserta lomba baligrafi dalam ajang Bulan Bahasa Bali ke-5 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar.

DENPASAR – Wimbakara atau lomba Baligrafi dalam ajang Bulan Bahasa Bali (BBB) ke-5, berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Minggu (19/2/2023). Peserta lomba baligrafi tahun ini cukup melonjak, mencapai sebanyak 45 orang. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak kian tertarik dengan seni baligrafi.

Menurut Kurator BBB ke-5, Putu Eka Guna Yasa, antusias peserta tahun ini membuktikan seni baligrafi termasuk membumi. “Baligrafi salah satu mata lomba menarik untuk dilombakan tingkat provinsi, karena memang mentranformasikan daya estetika dari aksara Bali,” ujar dosen Fakultas Ilmu Budaya Unud itu.

Ia menjelaskan, baligrafi sendiri merupakan seni menulis indah menggunakan aksara Bali. “Secara historis, memang baligrafi baru berusia 10 tahun, tonggaknya dimulai tahun 2013 ketika digelar Balinese Language International Festival di Museum Gunarsa, Klungkung,” jelasnya.

Baca Juga :  Memaksimalkan Potensi Siswa Melalui Practical Science

Lanjut Guna, yang menarik, para peserta mampu mengeksekusi tema Bulan Bahasa Bali tahun 2023. Mereka mengekspresikan biota laut, kuda laut, penyu, gajah mina, naga, termasuk Dewa Baruna ke dalam karya-karyanya. Dari segi bentuk, berhasil tercipta baligrafi yang sangat variarif. Hal ini menunjukkan kreativitas menggunakan aksara dalam seni baligrafi dengan interpretasi peserta yang sangat luar biasa.

Menurut dia, seni baligrafi juga sangat potensial di dunia kreatif. “Kita berharap para insan baligrafi ini bisa dikembangkan sehingga banyak desain menggunakan aksara Bali baik di stiker, sampul buku, baju kaos termasuk udeng. Sehingga aksara Bali mempunyai potensi di bidang ekonomi,” katanya.

Lomba baligrafi menghadirkan tiga orang juri, yakni I Wayan Gulendra, I Nyoman Wahyu Angga Budi Santosa, dan Ni Wayan Sariani. Melalui lomba ini peserta diiingatkan agar ketepatan pasang aksara bahasa Bali betul betul-betul dikuasai generasi muda Bali.

Baca Juga :  20 Peserta Ikuti Uji Coba Instrumen UKBI Adaptif Merdeka di Balai Bahasa Provinsi Bali

Setelah melalui penilaian dewan juri, akhirnya juara lomba baligrafi diumumkam. Ni Nyoman Vrindavani, siswi SMA N 2 Denpasar, karya baligrafi berjudul “Gajah Mina” berhasil keluar sebagai juara. Sedangkan juara kedua diraih I Putu Windu Juliana dan posisi ketiga Komang Lanang Rama Semara.

Vrindavani mengaku kaget dan tidak menyangka bisa menjadi juara. Dia menuturkan, banyak belajar menulis baligrafi dari internet. Keuletannya membuahkan hasil, hingga mengikuti lomba tingkat Provinsi Bali. “Saya banyak belajar dari internet, melihat karya-karya baligrafi yang sudah juara, saya pelajari dan berlatih terus,” ucapnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Unik Bali

Pura Pertama di Belanda

Peristiwa

Patung Wisnu Murti Bakal Dibangun Kembali, Patung Bung Karno Dipindahkan

Intermeso

Parade Budaya 9 Kecamatan Meriahkan HUT Ke-422 Kota Singaraja

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Komunitas

Tangkal Joged Jaruh, Paiketan Seniman Tabanan Komit Jaga Etika Tari Joged Bumbung

Unik Bali

Menbud Fadli Zon Sebut PKB Panggung Diplomasi Budaya

Unik Bali

Dibuka Megawati, PKB XLV Berlangsung hingga 16 Juli 2023