Home / Edukasi

Senin, 5 Juni 2023 - 19:55 WIB

Hebat! Pelajar SMPN 2 Kubutambahan Rancang Gamelan Digital dan DDBot

Siswa SMPN 2 Kubutambahan, I Dewa Gede Agung Dean Putra Purwita, dengan hasil karya gamelan digitalnya. (ist)

Siswa SMPN 2 Kubutambahan, I Dewa Gede Agung Dean Putra Purwita, dengan hasil karya gamelan digitalnya. (ist)

BULELENG – Pameran Bali Digifest II yang berlangsung beberapa hari yang lalu membuktikan anak bangsa mampu membuat karya digital yang canggih namun tetap berpegang teguh pada kearifan lokal. Salah satunya yang sempat mencuri perhatian para pengunjung adalah gamelan digital dan robot yang berdasarkan perintah suara yang dinamakan “DD Bot”.

Kedua karya luar biasa tersebut hasil dari ide kreatif I Dewa Gede Agung Dean Putra Purwita (13 tahun). Dia saat ini masih duduk di kelas 7 SMPN 2 Kubutambahan, Buleleng.

Remaja yang biasa disapa Gung Dean ini ikut serta sebagai perwakilan Buleleng di gelaran Digifest tanggal 2 s.d 4 Juni 2023 difasilitasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Buleleng. Gamelan digital karya Gung Dean dapat menyesuaikan nada dari gamelan asli, sedangkan DD Bot adalah robot yang mampu memahami perintah dari suara manusia.

Gung Dean menuturkan awal mengapa bisa terpikirkan untuk membuat kedua buah karya ini. Dia memang hobi merakit sistem robot dan untuk mendukung itu dia belajar secara otodidak melalui Google dan YouTube.

Baca Juga :  Pegiat Keaksaraan Terima Penghargaan Kemendikbudristek, Salah Satunya Asal Karangasem

“Era sekarang saat pesatnya perkembangan teknologi, banyak yang sudah membuat digitalisasi berupa merubah alat tradisional menjadi digital. Itulah sebabnya saya ingin mengembangkan dengan versi saya sendiri,” jelasnya.

Banyak Tantangan

Gung Dean menjelaskan, untuk membuat 2 alat ini banyak tantangan yang dilewati. Karena menggunakan sistem mikrokontroler dalam hal ini dinamakan arduino uno, yang notabene harus diprogram terlebih dahulu menggunakan bahasa pemrograman C++.

Gamelan digital sendiri menggunakan alat arduino uno yang dilengkapi dengan sensor getar yang menggunakan ESP 32. Kemudian dikombinasikan bersama modul mp3 player dan diubah menjadi output suara di speaker yang terlebih dahulu disusun tangga nadanya sesuai dengan gamelan aslinya.

Selanjutnya Robot DD Bot juga menggunakan sistem arduino uno. Hanya saja, yang membedakan dengan gamelan digital yaitu penggunaan motor servo yang harus dipisahkan power supplynya dengan Arduino. Selain itu harus disambungkan terus dengan komputer karena memakai sistem komunikasi serial.

Modal Ratusan Ribu

“Untuk budget pembuatan alat ini yang pertama gamelan digital membutuhkan biaya sekitar 200 ribu dengan rentang waktu pembuatan tiga minggu. Sementara untuk DD memerlukan biaya sekitar 300 ribu dengan waktu pembuatan sekitar satu bulan,” terangnya.

Baca Juga :  Pentingnya Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Ke depan Gung Dean ingin menyempurnakan kedua alat yang dibuat sesuai dengan masukan dari pengunjung yang mencoba langsung. Tentunya dari gamelan digital ini akan disempurnakan dari sisi sensitifitas sensornya dan output suara yang dikeluarkan bergantung pada pelan kerasnya pukulan yang diberikan. Kemudian untuk DD Bot akan disempurnakan memiliki karakter tersendiri dan responnya mendekati seperti manusia biasa.

Gung Dean mengajak kepada seluruh kaula muda di Buleleng pada khususnya agar menggunakan gadget atau laptop seefektif mungkin. Dengan mengakses informasi yang bermanfaat tentunya yang relevan dengan hobi yang dimiliki. Sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bukan hanya untuk pribadi, namun untuk kepentingan orang banyak.

“Bagi teman-teman yang sering menggunakan gadget dan laptop, jangan hanya digunakan untuk mengakses hiburan saja, melainkan buat sesuatu yang positif sesuai hobi dan keahlian yang kita miliki,” tutupnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

20 Peserta Ikuti Uji Coba Instrumen UKBI Adaptif Merdeka di Balai Bahasa Provinsi Bali

Edukasi

Pasamuhan Agung Basa Bali VIII Hasilkan 26 Butir Rekomendasi

Edukasi

Program Organisasi Penggerak Kemendikbudristek-BWL Berhasil Gerakkan 100 Sekolah di Denpasar

Edukasi

Parade Ogoh-ogoh TK/PAUD di Jembrana, 2.055 Anak Ikut Serta, Tampilkan 42 Ogoh-ogoh

Edukasi

ISI Denpasar Ciptakan Film Musik “Kawyagita Mandala”

Edukasi

Bercerita Pembangunan Taman Ayun, Prasi Sepanjang 4 Meter Diselesaikan 17 Orang

Edukasi

KKN PPM Unud Terjunkan 390 Mahasiswa ke 24 Desa

Edukasi

TBTJ SMAN 7 Denpasar Siap Laksanakan Program Saptara