DENPASAR – Sampah kiriman tampak memenuhi pesisir Pantai Sanur, Denpasar sejak beberapa hari terakhir. Sampah itu didominasi ganggang, lamun, ranting, plastik, kayu, dan sampah lainnya. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar pun langsung penanganan sampah tersebut untuk memastikan kebersihan kawasan pariwisata itu.
Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini angin berhembus dari Timur ke Barat. Karenanya, sebagai siklus tahunan, kawasan Pantai Sanur biasanya mendapat sampah kiriman. “Atensi sampah kiriman akan terus dioptimalkan dari kawasan Pantai Biaung hingga Pantai Mertasari, hal ini mengingat Sanur merupakan kawasan pariwisata,” ujarnya, Minggu (14/5/2023).
Putra Wirabawa menjelaskan, dari pembersihan dengan mengerahkan 50 orang personel DLHK dibantu Komunitas SEI Green dan Pengelola Hotel dan Restoran sejak Jumat lalu, sebanyak 20 ton sampah kiriman telah ditangani. Sepanjang masih terdapat sampah kiriman, penanganan akan terus dilaksanakan hingga tuntas.
“Dalam penanganannya, tentu kami memperhatikan pasang surut air laut. Dalam beberapa hari ke depan akan terus disiagakan tim sehingga Pantai Sanur sebagai destinasi wisata dapat terus dinikmati dan terjaga kebersihannya,” jelas pria yang akrab disapa Gustra ini.
Dia pun kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini mengakibatkan saluran air menjadi kotor dan bermuara ke pantai. “Kami imbau masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga musim angin berubah, tidak mengotori pantai,” jelas Putra Wirabawa. (dbc)















