Home / Dari Desa / Unik Bali

Jumat, 26 Agustus 2022 - 17:55 WIB

Karya Atma Wedana Maligia Punggel di Kesiman Upacarai 398 Sekah

Suasana pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Pantai Padanggalak, Kesiman, Kota Denpasar, Jumat, 26 Agustus 2022. (istimewa)

Suasana pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Pantai Padanggalak, Kesiman, Kota Denpasar, Jumat, 26 Agustus 2022. (istimewa)

DENPASAR – Bertepatan Tilem Karo, Jumat, 26 Agustus 2022, dilaksanakan Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman. Upacara yang dilaksanakan di Peyadnyan, Pantai Padanggalak, Kesiman, Kota Denpasar itu diikuti 398 sekah atau puspa.

Rangkaian puncak karya diawali dengan mendak Bhatara Lingga dari Puri Kesiman yang dilanjutkan dengan ngadegan puspa lingga dan melaspas puspa. Usai upacara tersebut, turut dilaksanakan prosesi mapurwa daksina yang dilanjutkan dengan stiti puja dan rsi bojana. 

Bendesa Adat Kesiman, Jero Mangku I Ketut Wisna, mengatakan, keberadaan Puri Kesiman dan Desa Adat Kesiman merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Karenanya, sebelum pelaksanaan karya yadnya ini, Desa Adat Kesiman dan Puri Kesiman menyamakan persepsi untuk sepakat melaksanakan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang juga dirangkaikan dengan upacara lainnya.

Adapun karya yadnya ini, lanjut Ketut Wisna, terdiri atas upacara atiwa-tiwa dan ngelangkir yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2022, yang diikuti oleh 56 sawa. Upacara masasap ke segara (masakapan ke pasih) yang diikuti oleh 1.452 orang. Kemudian upacara mapandes atau matatah yang diikuti 621 orang. Terakhir upacara atma wedana yang diikuti 398 puspa.

Puncak karya ini dipuput oleh lima orang sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Putra Tembau, Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Putra Sari Arimbawa, Ida Pedanda Putra Telaga, dan Ida Pedanda Budha Dharma Kerti. Setelah puncak karya, selanjutnya pada Sabtu (27/8) dini hari akan digelar prosesi ngeliwet, yang dilanjutkan dengan pralina puja serta nganyud ke segara.

Ketut Wisna mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan upacara karya ini bersumber dari kas Desa Adat Kesiman, LPD Kesiman, punia krama, punia pemilet, dan bantuan dari Pemprov Bali serta Pemkot Denpasar. “Berjalannya karya ini atas dukungan banyak pihak, kami ucapkan terima kasih. Semoga karya ini dapat memberikan manfaat serta makna bagi masyarakat dalam meringankan beban kewajibanya sebagai umat sedharma,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan Kesanga Fest 2024, Ada Parade 12 Ogoh-ogoh Terbaik di Kota Denpasar

Pelaksanaan upacara dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Tampak hadir pula Ketua MDA Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet; Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana; Panglingsir Puri dan Griya, serta Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Baca Juga :  Tumpek Kandang Diisi Kegiatan Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan

Wali Kota Denpasar memberikan apresiasi atas dilaksanakanya Karya Pitra Yadnya dan Manusia Yadnya Desa Adat Kesiman. Hal ini menunjukkan kekompakan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya. “Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga memberikan makna dan kemudahan dalam pelaksanaan upacara yadnya bagi masyarakat,” kata Jaya Negara. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

BUMDes Inspiratif, Wamendes PDTT Sambangi Teba Majalangu Kesiman Kertalangu

Unik Bali

Uncal Balung Pantang “Nangun Karya”

Dari Desa

Desa Kayu Putih Dirikan Perpustakaan, Sudah Koleksi 1.000 Buku

Dari Desa

Ogoh-ogoh Sang Hyang Penyalin Karya STT Giri Kusuma Bikin Tim Juri Tertegun

Unik Bali

Pengalantaka: Dasar Penetapan Purnama Tilem Dalam Kalender Bali

Dari Desa

Empat Desa di Denpasar Pilih Perbekel, Hasilnya Semua Petahana Menang

Dari Desa

Sekaa Baleganjur Dwi Tunggal Banjar Menesa Puseh Siap Tampil di PKB

Dari Desa

Pura Segara Gilimanuk Direhab, Percantik Kawasan Pintu Masuk Bali