Home / Peristiwa

Selasa, 17 Oktober 2023 - 08:26 WIB

KLHK Bantu Pemadaman Kebakaran TPA Suwung

DENPASAR - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bergerak cepat untuk membantu pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Kota Denpasar pada Senin (16/10/2023).
Proses ini melibatkan 25 personel Manggala Agni Daops Gowa, Balai PPI Sulawesi dan Brigdalkarhutla Sylvaraksaka Balai PPI Jawa Bali Nusa Tenggara bersama Tim P3E Bali Nusra dan BKSDA Bali.
Kepala Balai PPI Sulawesi, Beny Ahadian Noor, mengungkapkan bahwa mengingat tingginya kandungan gas metana pada kebakaran TPA tersebut, pemadaman dilakukan menggunakan metode injection/penyuntikan zat aditif dan air. Metode ini fokus pada titik-titik kebakaran yang menjadi sumber asap untuk mengurangi pencemaran udara.

DENPASAR - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bergerak cepat untuk membantu pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Kota Denpasar pada Senin (16/10/2023). Proses ini melibatkan 25 personel Manggala Agni Daops Gowa, Balai PPI Sulawesi dan Brigdalkarhutla Sylvaraksaka Balai PPI Jawa Bali Nusa Tenggara bersama Tim P3E Bali Nusra dan BKSDA Bali. Kepala Balai PPI Sulawesi, Beny Ahadian Noor, mengungkapkan bahwa mengingat tingginya kandungan gas metana pada kebakaran TPA tersebut, pemadaman dilakukan menggunakan metode injection/penyuntikan zat aditif dan air. Metode ini fokus pada titik-titik kebakaran yang menjadi sumber asap untuk mengurangi pencemaran udara. "Manggala Agni Daops Gowa diperbantukan di sini karena mempunyai pengalaman pemadaman menggunakan metode injection di gambut dan TPA Antang, Kota Makassar," ujar Beny. Sementara itu, Kepala Balai PPI Jawa Bali Nusa Tenggara, Haryo Pambudi, menyampaikan bahwa untuk membantu pemadaman tersebut, tim KLHK juga melakukan pemasangan 2 unit tandon air portable (collapsible tank) berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang bisa dipindahkan, sehingga memungkinkan anggota regu pemadam menjangkau lokasi yang terbakar di TPA Suwung. "Pemadaman dimulai dengan mencampur zat aditif dan air pada tandon kemudian disemprotkan pada permukaan areal terbakar dan injeksi ke dalam tumpukan sampah untuk memastikan kebakaran bawah permukaan juga padam," terang Haryo. Selain itu, strategi pemadaman juga dilakukan dengan mengaduk sampah menggunakan ekskavator agar gas metana yang mudah terbakar terlepas. Pemadaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan efektifitasnya. Upaya pemadaman darat tersebut juga didukung pemadaman dari udara (water bombing) menggunakan 2 unit helikopter BNPB. Pemadaman gabungan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Denpasar melibatkan BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten/kota di Bali, Damkar Kota Denpasar, TNI, POLRI, BNPB dan PUPR. Operasi pemadaman diawali dengan pemetaan wilayah yang terbakar (size up) menggunakan drone. Sampai dengan sore waktu setempat, hasil pemadaman gabungan tersebut dinilai berhasil dalam mengendalikan kebakaran pada titik-titik sasaran pemadaman sepanjang 90 meter di sisi Timur TPA. Untuk meningkatkan efektifitas, pemadaman dilakukan hingga pukul 23.30 WITA. (dbc)

DENPASAR – Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bergerak cepat untuk membantu pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Suwung, Kota Denpasar pada Senin (16/10/2023).

Proses ini melibatkan 25 personel Manggala Agni Daops Gowa, Balai PPI Sulawesi dan Brigdalkarhutla Sylvaraksaka Balai PPI Jawa Bali Nusa Tenggara bersama Tim P3E Bali Nusra dan BKSDA Bali.

Kepala Balai PPI Sulawesi, Beny Ahadian Noor, mengungkapkan bahwa mengingat tingginya kandungan gas metana pada kebakaran TPA tersebut, pemadaman dilakukan menggunakan metode injection/penyuntikan zat aditif dan air. Metode ini fokus pada titik-titik kebakaran yang menjadi sumber asap untuk mengurangi pencemaran udara.

“Manggala Agni Daops Gowa diperbantukan di sini karena mempunyai pengalaman pemadaman menggunakan metode injection di gambut dan TPA Antang, Kota Makassar,” ujar Beny.

Baca Juga :  Densus 88 Geledah Rumah Teroris Beralamat di Denpasar

Sementara itu, Kepala Balai PPI Jawa Bali Nusa Tenggara, Haryo Pambudi, menyampaikan bahwa untuk membantu pemadaman tersebut, tim KLHK juga melakukan pemasangan 2 unit tandon air portable (collapsible tank) berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang bisa dipindahkan, sehingga memungkinkan anggota regu pemadam menjangkau lokasi yang terbakar di TPA Suwung.

“Pemadaman dimulai dengan mencampur zat aditif dan air pada tandon kemudian disemprotkan pada permukaan areal terbakar dan injeksi ke dalam tumpukan sampah untuk memastikan  kebakaran bawah permukaan juga padam,” terang Haryo.

Selain itu, strategi pemadaman juga dilakukan dengan mengaduk sampah menggunakan ekskavator agar gas metana yang mudah terbakar terlepas. Pemadaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan efektivitasnya.

Baca Juga :  Krisis Sampah Perparah Dampak Banjir di Bali

Upaya pemadaman darat tersebut juga didukung pemadaman dari udara (water bombing) menggunakan 2 unit helikopter BNPB.

Pemadaman gabungan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Denpasar melibatkan BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten/kota di Bali, Damkar Kota Denpasar, TNI, POLRI, BNPB dan PUPR. Operasi pemadaman diawali dengan pemetaan wilayah yang terbakar (size up) menggunakan drone.

Sampai dengan sore waktu setempat, hasil pemadaman gabungan tersebut dinilai berhasil dalam mengendalikan kebakaran pada titik-titik sasaran pemadaman sepanjang 90 meter di sisi Timur TPA. Untuk meningkatkan efektivitas, pemadaman dilakukan hingga pukul 23.30 WITA. (dbc)

Share :

Baca Juga

Komunitas

Wali Kota Denpasar Lepas Mudik Lebaran Ikawangi

Komunitas

Rp1,3 Miliar Lebih untuk Insentif Pekaseh di Jembrana

Peristiwa

Patung Wisnu Murti Bakal Dibangun Kembali, Patung Bung Karno Dipindahkan

Peristiwa

131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Sudah Terapkan Pararem Penanggulangan Rabies

Peristiwa

Sampah Kiriman Serbu Pantai Sanur, DLHK Kerahkan Puluhan Personel

Peristiwa

WNA Korea Selatan yang Mendaki Gunung Agung Ditemukan Meninggal Dunia

Peristiwa

Plt. Bupati Klungkung Berpesan Para “Balian” Jalankan Profesi Sesuai Etika

Peristiwa

PPKM Usai, Dinkes Buleleng Pastikan Vaksinasi Covid-19 Berlanjut