Home / Komunitas / Unik Bali

Rabu, 14 Desember 2022 - 22:34 WIB

Ayo Saksikan Drama Gong Lawas di Art Centre, 17 Desember 2022

Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas mempersiapkan pertunjukan drama gong di Art Centre Denpasar tanggal 17 Desember 2022.

Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas mempersiapkan pertunjukan drama gong di Art Centre Denpasar tanggal 17 Desember 2022.

DENPASAR – Para pemain drama lawas seperti Komang Apel, Lodra, Moyo, Petruk, dan yang lainnya siap menghibur para penggemar lewat pementasan berjudul “Dukuh Suladri”. Pementasan tersebut sebagai bentuk reuni, temu kangen, dan berharap kesenian drama gong bisa eksis kembali.

“Kami dari Paguyuban Drama Gong Lawas bakal menggelar pementasan drama gong sebagai ajang reuni dan temu kangen, Sabtu 17 Desember 2022, di Taman Budaya Art Centre Provinsi Bali,” kata Ketua Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, Rabu (14/12/2022).

Dia menjelaskan, pada awalnya pementasan itu bakal mengangkat cerita Panji. Namun karena ingin melibatkan semua seniman drama gong lawas yang jumlahnya masih 33 orang, maka mengangkat cerita rakyat di Bali. Dalam cerita rakyat itu, ada berbagai peran figur yang bisa dimainkan, sehingga semua pemain lawas dapat ikut pentas.

Skenario dan sutradara pertunjukan tersebut dipercayakan kepada pemain senior, Wayan Puja. “Pementasan ini sebagai ajang untuk mengingatkan masyarakat bahwa seniman drama gong yang dulu masih hidup. Walau mereka sudah tua, tetapi mereka masih sehat,” ucap Oka Aryana.

Baca Juga :  Perkuat Peran Perempuan, Generali Gelar Edukasi Finansial dan Kelas Parenting

Pementasan drama gong lawas ini dalam rangka menghimpun kembali seniman-seniman drama gong lawas. “Setelah itu, baru mempersiapkan wadah berupa yayasan, sehingga ada payung hukum. Ide ini sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat. Salah satunya disambut baik oleh Bendesa Adat Petak, Gianyar A.A.  Gede Putra Yasa, yang menyiapkan sanggar seninya sebagai tempat untuk mengadakan latihan,” ucapnya.

Siapkan Pemeran Putri Muda

Walau bakal tampil sebagai sebuah reuni, namun tidak meninggalkan pakem-pakem dari sebuah pertunjukan drama gong. Tujuannya, untuk menghimpun kembali seniman lawas, agar bisa berperan mengisi pembangunan Bali, terutama melestarikan drama gong Bali. “Kalau berdasarkan komentar teman-teman, semuanya merasa senang bisa berkumpul kembali. Sebab, dalam drama gong ini sebagai sebuah ajang untuk pembelajaran bahasa Bali, khususnya dalam bentuk sor singgih basa,” papar Oka Aryana.

Baca Juga :  Peringatan Harkop Ke-76 Dirangkaikan Pengukuhan Gensi Kota Denpasar

Pesan yang akan disampaikan, lanjut dia, secara umum drama gong itu mengingatkan masyarakat tentang etika kehidupan, kesopanan, dan yang paling penting pembelajaran tentang “anggah ungguhing basa Bali”. Sebanyak 33 pemain yang bakal tampil berasal dari daerah Gianyar, Bangli, Klungkung, Denpasar, Badung, dan Buleleng. “Pada pementasan nanti, kami menyiapkan pemeran putri yang masih muda untuk memberi suasana manis pertunjukan seni itu, sehingga berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sekretaris Paguyuban, I Gusti Putu Nuraga, menambahkan, ada 4 pemeran putri yang akan ditampilkan secara bergantian. Ia mengatakan, paguyuban ini sudah mendapatkan jadwal pentas di berbagai daerah kabupaten/kota di Bali. Seperti Gianyar, Klungkung pada April tahun depan, dan Bangli pada Mei 2023. “Tujuan dasar pementasan drama gong lawas ini untuk ajang reuni, dan mengingatkan kembali kepada masyarakat, serta mengajak para seniman untuk menekankan pakem yang sudah ada. Dengan begitu, bisa ditiru para generasi muda,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Pesamuhan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, Pilih Ketua Sabha Ida Rsi dan Bahas Sesana Kawikon-Penabean

Komunitas

Plan Indonesia Luncurkan Program “Ready to Work” di Bali

Unik Bali

Bukan Hanya Sugihan Jawa dan Bali, Ada Juga Sugihan Tenten

Edukasi

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Intermeso

Seru! Ratusan Anggota Keluarga Besar Varash Ikuti “Varash Special Day” di Bali Zoo Park

Dari Desa

Silaturahmi Pemuda Loloan, Kedepankan Toleransi Lewat Atraksi Budaya

Unik Bali

Karya IBTK Besakih, Ribuan Orang Ikut Melasti ke Toya Sah

Edukasi

“Ketut Garing” Ternyata Putra Raja // Dari Pentas Drama Teater Jineng