Home / Peristiwa

Kamis, 11 September 2025 - 22:21 WIB

Tujuh Wilayah di Bali Terdampak Banjir dan Longsor

Kepala BPNB bersama Gubernur Bali memantau Tukad Badung, salah satu titik banjir di Kota Denpasar.

Kepala BPNB bersama Gubernur Bali memantau Tukad Badung, salah satu titik banjir di Kota Denpasar.

DENPASAR – Bencana banjir dan longsor melanda tujuh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali sejak Rabu (10/9/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir dan 18 titik longsor tersebar di berbagai wilayah.

Jumlah titik banjir terbanyak berada di Kota Denpasar dengan 81 titik, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, serta Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik. Di Klungkung, banjir tercatat berdampak di Kecamatan Dawan.

Sementara itu, longsor terjadi di Karangasem (12 titik), Gianyar (5 titik), dan Badung (1 titik).

Hingga Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB, data sementara menunjukkan 14 warga meninggal dunia dan 2 orang masih hilang. Rinciannya: Denpasar 8 jiwa, Jembrana 2 jiwa, Gianyar 3 jiwa, dan Badung 1 jiwa. Dua warga hilang dilaporkan di Kota Denpasar.

BPBD juga mencatat 562 warga mengungsi, terdiri dari 327 warga di Jembrana dan 235 warga di Denpasar. Pos pengungsian sementara memanfaatkan sekolah, balai desa, musala, serta banjar.

Baca Juga :  Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Pembangunan Tiga Tahap, Total Investasi 24,6 T

BNPB telah menyalurkan bantuan untuk mendukung kebutuhan warga, antara lain 200 selimut, 200 matras, 300 paket sembako, 50 tenda keluarga, 2 tenda pengungsi, 1 perahu karet dengan mesin, serta 3 pompa air.

Langkah Cepat Pemerintah

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara meninjau langsung lokasi banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Hasanuddin. Koster menyatakan pemerintah menyiapkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar untuk menanggulangi kerugian material akibat banjir.

“Langkah pertama adalah memastikan evakuasi korban dan pembersihan sampah banjir bisa segera dilakukan. Kawasan perekonomian ini harus cepat pulih,” ujar Koster.

Baca Juga :  Terpeleset Saat Mendaki Gunung Agung, Seorang Wisman Meninggal Dunia

Banjir bandang akibat meluapnya Tukad Badung menyebabkan bagian belakang sejumlah bangunan di Jalan Sulawesi amblas. Air juga menggenangi toko, merusak barang dagangan terutama tekstil, serta menghantam basement dan pelataran Pasar Kumbasari.

Untuk mempercepat penanganan, Koster berkoordinasi dengan TNI yang telah mengerahkan pasukan ke sejumlah titik banjir. Ia juga meminta Pemkot Denpasar segera mendata seluruh kerugian warga agar bantuan bisa disalurkan dengan cepat.

“Baik bangunan yang harus direnovasi, barang dagangan rusak, maupun yang hanyut harus didata agar bantuan bisa segera diberikan. Dana BTT akan dicairkan dengan pola sharing Pemprov dan Pemkot Denpasar,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur menugaskan BPBD bersama pihak terkait dan masyarakat untuk melanjutkan pencarian korban hanyut. Bagi korban meninggal dunia, pemerintah menyiapkan santunan Rp15 juta per orang. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Strategi Perumda Tirta Hita Buleleng Antisipasi Kemarau Panjang

Peristiwa

Serahkan Sertifikat di Bangli, Menteri ATR/BPN Berpesan Jaga Tanah Leluhur

Peristiwa

17 Pelinggih Pura Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir 10 Miliar

Peristiwa

Satpol PP Denpasar Tertibkan PKL di Lumintang

Peristiwa

Sekda Buleleng Harap Raker Staf Ahli Se-Bali Bisa Wujudkan Zero Rabies

Peristiwa

Resmi Dibuka, Gubernur Koster Harap Porprov Bali XV Cetak Atlet Terbaik

Peristiwa

Pelebon Raja Denpasar IX Gunakan Bade Tumpang 11 dan Libatkan 12 Sulinggih

Peristiwa

10 Pelaku Pengeroyokan Buruh hingga Tewas Ditangkap