Home / Peristiwa

Sabtu, 13 September 2025 - 21:57 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Bali, Pastikan Instruksi Penanganan Terlaksana

Presiden Prabowo meninjau lokasi banjir di pemukiman warga Gang IV, Jalan Gajah Mada, Banjar Gerenceng, Kota Denpasar, Bali.

Presiden Prabowo meninjau lokasi banjir di pemukiman warga Gang IV, Jalan Gajah Mada, Banjar Gerenceng, Kota Denpasar, Bali.

DENPASAR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Denpasar, Bali, Sabtu (13/9/2025). Kehadiran Kepala Negara menjadi wujud kepedulian pemerintah sekaligus memastikan instruksi penanganan bencana yang telah diberikan sejak hari pertama kejadian terlaksana dengan baik.

Sebelumnya, melalui sambungan telepon pada Rabu (10/9), Presiden Prabowo telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera turun ke lokasi bencana dan memastikan distribusi bantuan berlangsung cepat serta tepat sasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau pemukiman warga di Gang IV, Jalan Gajah Mada, Banjar Gerenceng, yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Menyusuri gang kecil yang masih berlumpur, Presiden menyapa dan berdialog dengan warga terdampak mengenai kondisi keluarga serta rumah mereka saat banjir terjadi.

Baca Juga :  Malam Hari, Jokowi Blusukan ke Rumah Warga di Ubud

Presiden menegaskan bahwa penanganan darurat sudah berjalan, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga upaya pemulihan awal. Ia juga menekankan pentingnya langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa di kemudian hari.

“Seluruh proses penanganan bencana harus dilakukan cepat, tepat, dan menyeluruh, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Presiden.

Kondisi Terkini Pascabanjir

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, melaporkan kondisi terkini pascabanjir. Secara umum, banjir telah surut dan status tanggap darurat yang awalnya diusulkan 14 hari dipangkas menjadi 7 hari karena situasi mulai terkendali.

Baca Juga :  Seorang Wanita Tewas Terperosok ke Jurang Saat Mendaki Gunung Abang

“Pasar Badung airnya disedot terus menggunakan pompa, bahkan didatangkan pompa dari luar Bali untuk mempercepat proses tersebut,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, pembersihan material banjir, dan penyedotan genangan. Sedikitnya 125 personel dikerahkan untuk pencarian korban.

Hingga Sabtu (13/9), data BNPB mencatat 16 orang meninggal dunia dan 1 orang masih hilang. Rinciannya: 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Jembrana, 3 korban di Gianyar, dan 1 korban di Badung. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Operasi SAR KM Linggar Petak 89 Ditutup, 9 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Ekbis

Harga BBM Naik, Pemkab Buleleng Siapkan Stimulus Transportasi Umum

Edukasi

Kasus TBC Seperti Gunung Es, Pemkab Buleleng Target Peningkatan “Tracing”

Peristiwa

Tujuh Wilayah di Bali Terdampak Banjir dan Longsor

Peristiwa

Nengah Duija Terpilih Jadi Dirjen Bimas Hindu Setelah Dua Kali Ikut Seleksi

Peristiwa

102 Tahun RSUD Wangaya, Implementasikan EMR dan Poliklinik Sore

Peristiwa

Berjualan di Trotoar dan Badan Jalan, 21 Pedagang Ditertibkan

Peristiwa

Tanah Longsor Terjang Desa Tri Buana, Satu Korban Ditemukan Meninggal