JAKARTA – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, melantik Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu. Pelantikan itu berlangsung pada Jumat, 16 September 2022 bertempat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Dalam pelantikan itu, Menteri Agama melantik lima pejabat setingkat Eselon I di Kemenag. Empat pejabat lainnya adalah Faisal Menjadi Inspektur Jenderal, Jeane Marie Tulung menjadi Dirjen Bimas Kristen, Supriyadi menjadi Dirjen Bimas Buddha, dan Suyitno menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan.
Sebetulnya pada tahun 2020 Prof. Duija juga ikut mencalonkan diri menjadi Dirjen Bimas Hindu. Saat itu dia bersaing dengan Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc dan Prof. Ida Bagus Raka Suardana. Namun saat itu yang terpilih sebagai Dirjen adalah Tri Handoko Seto. Dalam perjalanannya, pada Desember 2021, Menag Yaqut memberhentikan Tri Handoko Seto. Padahal ketika itu Tri baru 1 tahun 4 bulan menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu.
Kini dengan pelantikan Prof. Duija, selesailah tugas Dr. Komang Sri Marheni, sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirjen Bimas Hindu. Sri merupakan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali. Ia mengemban tanggung jawab sebagai Plt Dirjen Bimas Hindu selama 9 bulan.
Pesan Menteri Agama
Kepada pejabat yang dilantik, Menag Yaqut berpesan dan menekankan agar memegang teguh sumpah jabatan yang baru saja diucapkan. “Bekerjalah dengan penuh dedikasi, dan jadilah teladan bagi lingkungan kerja dan masyarakat,” kata Gus Men, panggilan akrabnya.
Menag minta jajarannya untuk menghindari segala perbuatan dan tingkah laku yang bertentangan dengan aturan hukum, ajaran agama, dan nilai-nilai moral. “Jaga integritas serta nama baik pribadi dan institusi dalam setiap langkah saudara-saudara. Sebagai pejabat dan Aparatur Sipil Negara, kita harus bisa menempatkan kepentingan untuk menjaga kesatuan negara dan bangsa serta kerukunan antarumat beragama di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan,” pesannya.
Sebagai saksi penandatanganan berita acara, Sekjen Kemenag Nizar dan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Hadir juga saat pelantikan, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi serta sejumlah pejabat eselon I, para staf khusus, staf ahli, dan tenaga ahli Menag, serta pejabat eselon II Kemenag.
I Nengah Duija terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu setelah melewati rangkaian seleksi terbuka dan uji kompetensi. Seleksi itu berjalan dari bulan Juni – Agustus 2022. Dalam seleksi itu, terdapat enam orang pelamar Dirjen Bimas Hindu. Mereka adalah I Nengah Duija, I Nyoman Sueca, I Nyoman Yoga Segara, I Nyoman Widia, I Wayan Muka, Suminto.
Dalam tahap berikutnya, I Nengah Duija, I Nyoman Sueca, dan I Nyoman Yoga Segara masuk tiga besar calon Dirjen Bimas Hindu. Kemudian Menag mengajukan ketiga nama itu kepada Presiden RI, Joko Widodo. Dari ketiga nama itu, ternyata Presiden menetapkan Duija sebagai Dirjen terpilih.
Memajukan Hindu Nusantara
Dalam visi dan misinya sebagai Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija menuliskan antara lain: membangun Hindu di seluruh Nusantara dengan aspiratif terhadap nilai-nilai kearifan lokal secara adil tanpa diskriminasi dan perbedaan. Melaksanakan kajian terhadap situasi sosial yang berkembang dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, memiliki big data yang transparan dan bisa diakses oleh umat Hindu di seluruh Indonesia, serta pembenahan tata kelola organisasi yang sehat. “Jabatan Dirjen adalah sebuah amanah yang sejatinya semua komponen umat Hindu harus bersatu dengan semangat yang sama dalam membangun dan memajukan Hindu Nusantara,” ucap Duija.
Nengah Duija menjabat sebagai Guru Besar Mata Kuliah Antropologi Budaya Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Sejak 2021, ia juga terlibat aktif dalam organisasi Majelis Kebudayaan Bali dengan jabatan Ketua Komisi Penguatan Objek Sakral.
Pria kelahiran Bangli tahun 1967 ini menyelesaikan kuliah S1, S2, dan S3 di Universitas Udayana. Ia memperoleh gelar pendidikan S1 pada Fakultas Sastra pada tahun 1991. Kemudian S2 Jurusan Kajian Budaya ia selesaikan pada tahun 2000. Terakhir, pendidikan S3 Jurusan Kajian Budaya berhasil ia tamatkan pada tahun 2005.
Nengah Duija mengawali karier sebagai ASN di tahun 2001 dengan jabatan Asisten Ahli pada Unit Peneliti dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan pangkat Penata Muda Tk.I Golongan III/b pada Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Kini Duija menjadi Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI dengan pangkat Pembina Utama Golongan IV/e. (dbc)















