Home / Komunitas / Unik Bali

Senin, 8 Mei 2023 - 14:08 WIB

Pertama Kali Digelar, Lomba Sketsa Ogoh-ogoh di Jembrana Diikuti Puluhan Peserta

Bupati Tamba saat meninjau karya para peserta dalam ajang lomba ogoh-ogoh mini, tapel, dan sketsa ogoh-ogoh yang digelar Pasikian Yowana Jembrana, Sabtu (6/5/2023). (ist)

Bupati Tamba saat meninjau karya para peserta dalam ajang lomba ogoh-ogoh mini, tapel, dan sketsa ogoh-ogoh yang digelar Pasikian Yowana Jembrana, Sabtu (6/5/2023). (ist)

JEMBRANA – Untuk pertama kalinya, Pasikian Yowana Jembrana menggelar lomba ogoh-ogoh mini, tapel, dan sketsa ogoh-ogoh tahun 2023. Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, ditandai dengan pemotongan pita, Sabtu (6/5/2023) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.

Bertajuk “Ongkara Fest I” (Ogoh-ogoh Kreasi Jembrana Festival), gelaran tersebut diikuti oleh puluhan peserta. Peserta ogoh-ogoh mini kategori lokal sebanyak 34 peserta, peserta ogoh-ogoh mini kategori open sebanyak 25 orang, kategori tapel 12 peserta, dan untuk peserta sketsa ogoh-ogoh sebanyak 31 orang.

Panitia lomba, I Kadek Wastika Wirapada, mengatakan Ongkara Fest ini memiliki arti menjaga atau memelihara tradisi seni dan budaya melalui kreativitas untuk memunculkan hal-hal baru dari skena seni ogoh-ogoh mini pada khsususnya. “Kegiatan Ongkara Fest ini menyaring sebanyak 78 peserta dengan 104 karya di empat kategori, yang memperebutkan hadiah total Rp12 juta dan 13 trofi,” ujarnya.

Baca Juga :  Seru! Ratusan Anggota Keluarga Besar Varash Ikuti “Varash Special Day” di Bali Zoo Park

Lebih lanjut Wastika menjelaskan, Ongkara Fest yang diadakan saat ini bukan semata-mata untuk mengisi kekosongan para seniman muda yang ada di Kabupaten Jembrana. Namun, hal ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan yowana Jembrana dalam berkreativitas khususnya di kesenian ogoh-ogoh mini. “Dengan harapan kegiatan ini dapat selalu diadakan di setiap tahunnya,” imbuhnya.

Usai membuka Ongkara Fest, Bupati Tamba mengatakan bahwa Jembrana tentu akan diserahkan estafetnya kepada generasi muda. Untuk itu, ia sangat terbuka kepada anak-anak muda yang ingin berdiskusi dalam rangka menyambut Jembrana Emas 2026. “Anak muda Jembrana tentunya harus memiliki semangat mekepung (sing nyak jerih). Harus berani, jangan sampai kesempatan emas di tahun 2026/2027 diambil anak-anak muda dari kabupaten lain,” katanya.

Baca Juga :  Di Desa Sangket Ada Tiga Pelinggih Mobil, Berikut Ini Kisahnya Mistisnya

Dia pun mengapresiasi atas terselenggaranya Ongkara Fest dan diharapkan mampu menunjukkan kemampuan yowana Jembrana dalam berkreativitas khususnya kesenian ogoh-ogoh. “Saya merasa bangga sebagai Bupati Jembrana melihat kreativitas yowana Jembrana, anak-anak muda Jembrana mulai positif, bangkit, dan sudah mulai menunjukkan identitasnya. Bahwa anak muda itu mempunyai masa depan yang bagus,” ujarnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Tingkatkan Minat Generasi Muda Belajar Bahasa Bali Lewat Digitalisasi

Unik Bali

Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali

Peristiwa

Patih Agung Drama Gong dan Guru Besar UHN Prof. I Wayan Sugita Berpulang

Dari Desa

Desa Adat Padangbulia Gelar Tradisi Meamuk-amukan Saat Malam Pengrupukan

Unik Bali

Tiga Sulinggih Muput Upacara Pawintenan Bersama di Banjar Adat Bakung

Intermeso

Festival Wayang Dunia 2023 Diikuti Peserta dari Indonesia, China, dan Italia

Dari Desa

Yowana Desa Adat Sangket Usung Ogoh-ogoh “Nandisuara”

Edukasi

Yayasan BWL Beri Penghargaan kepada Bank Sampah dan TPS3R Terbaik di Badung