Home / Dari Desa / Komunitas

Jumat, 10 Maret 2023 - 15:11 WIB

Yowana Desa Adat Sangket Usung Ogoh-ogoh “Nandisuara”

Ogoh-ogoh “Nandisuara” karya Yowana Manik Hasta Gina, Desa Adat Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng. (ist)

Ogoh-ogoh “Nandisuara” karya Yowana Manik Hasta Gina, Desa Adat Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng. (ist)

BULELENG – Ogoh-ogoh dibuat untuk memeriahkan dalam perayaan hari raya Nyepi. Sekaa teruna teruni (STT) dan yowana yang ada di Bali pada umumnya sangat antusias membuat ogoh-ogoh yang menarik. Hal ini dibarengi adanya lomba ogoh-ogoh yang diselenggarakan Pemprov Bali pada tingkat kabupaten maupun provinsi.

Yowana Manik Hasta Gina, Desa Adat Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng juga ikut serta dalam lomba ogoh-ogoh tahun 2023. Putu Satrya Adi Saputra, selaku koordinator pembuatan ogoh ogoh menyampaikan bahwa pada tahun ini Yowana Manik Hasta Gina mempersembahkan karya ogoh-ogoh berjudul “Nandisuara”. “Tema ogoh ogoh ini disepakati bersama, etelah sebelumnya ada beberapa tema yang diusulkan,” ucapnya, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga :  Pertama Kali Digelar, Lomba Sketsa Ogoh-ogoh di Jembrana Diikuti Puluhan Peserta

Lebih lanjut dia menjelaskan, ogoh-ogoh tersebut melambangkan antara wujud manusia dengan lembu tentang ketabahan dan pengabdian. Ketabahan adalah nandi yang bertapa begitu lama mendapatkan wahyu mengabdi kepada Dewa Siwa. “Pengabdian inilah yang kemudian dalam era sekarang diharapkan agar generasi muda mengabdi dengan ikut serta mendukung dan menjalankan program program pemerintah serta menaati aturan aturan yang ada sebagai warga negara yang baik,” tegas Putu Satrya.

Baca Juga :  Desa Kayu Putih Dirikan Perpustakaan, Sudah Koleksi 1.000 Buku

Proses pembuatan ogoh-ogoh ini berlangsung selama satu bulan, tepatnya sejak awal Februari 2023. Proses pembuatannya dilakukan saat jam pulang kerja dan hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu. Ogoh-ogoh ini dibuat dengan menggunakan bahan seperti besi, bambu, dan lain sebagainya.

Pada bagian kaki, kepala dan trisula Dewa Siwa ditambahi dengan setelan dinamo. Hal ini supaya ogoh-ogoh tersebut bisa bergerak. “Rangkanya itu menggunakan bahan seperti pelat pelat besi agar gerakan itu harmonis maju mundurnya, kemudian formasi juga cuap-cuap di mulutnya,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Ogoh-ogoh Sang Hyang Penyalin Karya STT Giri Kusuma Bikin Tim Juri Tertegun

Dari Desa

Antisipasi Rabies, Pemdes Baktiseraga Miliki Strategi Jitu

Dari Desa

Desa Kemenuh Siapkan Sanksi Tegas bagi Pembuangan Sampah Liar

Komunitas

CSR Lintasarta Dukung Upaya Konservasi Ribuan Penyu di Bali

Dari Desa

Lomba Ngelawar dan Gebogan Sambut HUT Sekaa Teruna Banjar Geladag

Intermeso

Teater Jineng Sajikan Parade Monolog “Gelora Cerita Kita” dalam FSBJ V

Komunitas

Jangan Lewatkan Kesanga Fest 2024, Ada Parade 12 Ogoh-ogoh Terbaik di Kota Denpasar

Komunitas

Tiga Gong Kebyar Duta Denpasar Satu Panggung: Ada Anak-anak, Wanita, dan Dewasa