Home / Dari Desa / Edukasi

Selasa, 23 Mei 2023 - 11:20 WIB

Pelatihan Advokasi Menuju Desa Inklusi di Kesiman Kertalangu

DENPASAR – Puluhan perangkat Desa Kesiman Kertalangu mengikuti “Pelatihan Advokasi menuju Desa Inklusi” yang digelar Annika Linden Centre. Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan itu di Ballroom Annika Linden Centre, Kesiman Kertalangu, Senin 22 Mei 2023.

Ketua K3S Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua Ayu Kristi mengatakan, Pemkot terus berupaya mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. “Pemahaman tingkat dasar mengenai inklusifitas dan disabilitas perlu diberikan. Agar kita dapat memberikan layanan inklusif bagi para teman-teman penyandang disabilitas,” katanya.

Lebih lanjut, pelatihan dari Annika Linden Centre ini sejalan dengan program nasional, yakni penyusunan Rencana Induk Penyandang Disabilitas (RIPD). Hal ini merujuk pada PP No. 70 Tahun 2019 tentang Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi atas Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. “Mari kita bersama-sama mewujudkan kesejahteraan sosial tanpa membedakan kondisi fisik, intelektual, sensorik, dan mental seseorang,” ujar Ayu Kristi.

Baca Juga :  Rektor UHN: AICIS Ke-21, Semangat Moderasi Beragama dan Kampus Kerukunan

Managing Direktur Annika Linden Centre, Meda Arifin, mengatakan, Annika Linden Centre sebagai pusat inkubasi dan layanan satu atap bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu menggelar pelatihan advokasi ini. Dia mengharapkan para pemangku kepentingan setingkat desa memiliki pemahaman yang optimal tentang hak-hak penyandang disabilitas. Bahkan, melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap musyawarah dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga :  Kesbangpol Sosialisasikan Ormas Bukan Organisasi Premanisme

“Perangkat desa merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tak terkecuali dengan penyandang disabilitas. Untuk itu, kami merasa perlu memberikan pemahaman soal hak penyandang disabilitas bagi perangkat desa,” katanya.

Meda Arifin menambahkan, pelatihan advokasi desa inklusi berlangsung dua hari. Para pemateri berbicara beberapa hal berkaitan pengenalan layanan inklusi, pemenuhan layanan pada disabilitas, dan juga hak penyandang disabilitas. “Harapan kami, para penyandang disabilitas akan dapat dilibatkan dalam semua prosesnya mulai dari penyusunan, pelaksanaan hingga monitoring serta evaluasinya,” tutupnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 Ditutup Pertunjukan Seni Sarat Pesan Gotong Royong

Edukasi

Pokémon TCG Academia Hadir Pertama Kali di Bali, Eksklusif di Living World Denpasar

Edukasi

Ada Layanan Bus Gratis Sarbagita di UHN Sugriwa

Edukasi

Peluang Animasi dan Kartun Terbuka Lebar

Edukasi

Bendesa/Kelian Desa Adat Se-Badung Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi

Edukasi

Prof Ngakan Putu Gede Suardana Dilantik Jadi Rektor Unud

Dari Desa

Rumah Roboh, Pasutri Muda Asal Mendoyo Dauh Tukad Terpaksa Mengungsi

Dari Desa

Lontar Perlu Dirawat dengan Baik, Jangan Lupa Dibaca!