Home / Ekbis / Unik Bali

Selasa, 20 Juni 2023 - 18:31 WIB

Lomba Kerajinan Cenderamata PKB, Juri Sayangkan Minim Peserta

Kegiatan Lomba Kerajinan Cenderamata Gajah Mina dalam PKB XLV di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Senin 19 Juni 2023. (ist)

Kegiatan Lomba Kerajinan Cenderamata Gajah Mina dalam PKB XLV di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Senin 19 Juni 2023. (ist)

DENPASAR – Wimbakara (Lomba) Kerajinan Cenderamata Gajah Mina dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Senin (19/6/2023). Limbah laut yang berupa kayu atau bambu, disulap menjadi barang seni yang bernilai ekonomis. Bentuknya pun unik dan menarik.

Gajah Mina idenya diterjemahkan dari tema besar PKB XLV yakni “Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi, Samudra Cipta Peradaban”. Gajah Mina, binatang yang ada di laut yang visualnya berupa ikan berkepala gajah diterjemahkan dalam bentuk cenderamata.

“Idenya bagus yang membuat cenderamata Gajah Mina, tetapi sayang minim peserta. Kalau menjuri dengan peserta yang lebih banyak, itu akan lebih bagus,” kata Dr. I Ketut Muka Pendet, salah satu dewan juri di sela-sela lomba.

Menurut dia, membuat karya seni untuk produk suvenir, idenya sangat bagus. Terlebih pariwisata Bali sudah mulai bangkit sehingga benda seni ini menjadi peluang sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan. Hal ini juga menarik untuk membangkitkan generasi-generasi seniman patung di Pulau Dewata.

Baca Juga :  Simbol Kesuburan, Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas Setiap 2 Tahun Sekali

Gajah Mina sebagai produk kerajinan untuk cenderamata menjadi sangat menarik. Artinya, konteks budaya dan pariwisata, dengan mengangkat tradisi menggunakan bahan-bahan daur ulang dari limbah laut, seperti kayu yang masih sangat bagus.

Kreativitas Tinggi

Para peserta yang merupakan seniman muda memiliki gaya kreativitas tinggi. Bagaimana mereka merangkai bahan yang ada menjadi sebuah bentuk dengan konsep seni imajinatif. “Paling tidak ada tiga kategori yang muncul dari sebuah bentuk cenderamata tersebut,” ujar seniman yang juga Wakil Rektor ISI Denpasar itu.

Para peserta lomba ini rata-rata memiliki dasar seni, sehingga mampu mengolah bahan sebagai media menuangkan ide. Ada yang membuat atau menyesuaikan dengan bentuk yang didapat, inspirasinya muncul dari bentuk bahan kayu ditemukan. Ada juga yang memunculkan bentuk dari merangkai, seperti menambahkan bilah-bilahan kayu. Selain itu, ada yang membentuk dengan membuang kayu yang melekat.

Baca Juga :  Empat Seniman Terima Penghargaan Dharma Kusuma dari Gubernur Bali

“Bahannya berupa daur ulang, memakai bahan limbah bambu yang hanyut ke laut, lalu dibuat disesuaikan dengan bentuk yang didapat. Ini sungguh menarik,” ucap Ketut Muka mengapresiasi peserta.

Seniman asal Nyuh Kuning Ubud ini menegaskan, Gajah Mina ijaminasi sebuah kenamaan binatang laut berbadan ikan dan berkepala gajah. Tetapi, kalau kenyataan yang ada itu binatang gajah laut itu ada. “Sayang, pesertanya sedikit. Mungkin saja masing-masing kabupaten tidak menyosialisasikan ke akar rumput, sehingga tak banyak yang mengetahui. Padahal di tiap-tiap kabupaten itu sangat banyak memiliki pematung, terutama anak-anak muda,” imbuhnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

LPG 3 Kg Langka, Pertamina Agar Tingkatkan Pengawasan Pendistribusian

Unik Bali

Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana

Ekbis

POCO Sambut 12.12 dengan Menggelar Extreme Deals, Extreme Fun

Unik Bali

Bukan Hanya Sugihan Jawa dan Bali, Ada Juga Sugihan Tenten

Edukasi

Laut Itu Suci! Jangan Dikotori

Ekbis

Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai, Bupati Jembrana Target Rampung Juli 2024

Unik Bali

Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

Ekbis

Bendungan Tamblang Diresmikan dengan Nama Danu Kerthi Buleleng