Home / Komunitas / Peristiwa

Jumat, 2 Juni 2023 - 20:52 WIB

KSP Cendekia Praja Bhakti Salurkan Tali Kasih ke Panti Sosial Werdha Shanti

Penyerahan tali kasih dari KSP Cendekia Praja Bhakti kepada Panti Sosial Werdha Shanti, Tabanan, Kamis, 1 Juni 2023. (ist)

Penyerahan tali kasih dari KSP Cendekia Praja Bhakti kepada Panti Sosial Werdha Shanti, Tabanan, Kamis, 1 Juni 2023. (ist)

TABANAN – Tanggal 1 Juni 2023, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cendekia Praja Bhakti menginjak usia 8 tahun. Dalam rangka peringatan HUT itu, KSP Cendekia Praja Bhakti melakukan pemberian tali kasih ke Panti Sosial Werdha Shanti, Tabanan.

Kegiatan kunjungan itu diikuti segenap manajemen, pengurus, dan pengawas KSP Cendekia Praja Bhakti. Putu Gede Narendrayana, ST, selaku ketua koperasi mengatakan, kegiatan berbagi ini rutin dilakukan setahun sekali. Dia menjelaskan, di dalam usaha berkoperasi ada dana sosial yang harus dikeluarkan dan diberikan kepada lembaga atau orang yang tepat sasaran.

“Selain dari dana sosial koperasi, juga ada urunan dari para anggota koperasi yang sangat peduli dengan kegiatan ini. Adapun tali kasih yang diberikan ke panti berupa kebutuhan pokok yang mendasar dan yang paling sering kekurangan di panti ini,” katanya, Kamis (1/6/2023).

Panti Sosial Werdha Shanti berdiri pada bulan Mei 2017 dengan memanfaatkan Rumah Dinas di Banjar Wanasara Kelod, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Pendirian panti ini guna menyikapi permasalahan sosial pada lanjut usia (lansia) miskin telantar, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga :  Kasus TBC Seperti Gunung Es, Pemkab Buleleng Target Peningkatan “Tracing”

Awalnya, panti ini menampung lansia telantar (tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya) sebanyak 7 orang. Tanggal 9 Agustus 2017, Panti Sosial Werdha Shanti diresmikan oleh Bupati Tabanan.

Lansia Telantar hingga ODGJ

Seiring dengan berjalannya waktu, permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat semakin beragam di antaranya permasalahan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Untuk memberikan pelayanan tersebut, maka Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tabanan mengusulkan pembentukan UPTD Pelayanan Sosial Kampung Investasi Hati. Tanggal 6 September 2018 terbitlah Peraturan Bupati No. 44 Tahun 2018 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja UPTD Pelayanan Sosial Kampung Investasi Hati.

Kepala Sub Bagian TU, I Made Sujana, SE, mewakili Pimpinan UPTD, menyampaikan, penerima manfaat pada saat ini untuk lansia miskin telantar berjumlah 6 orang. Dengan rincian 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka ditampung di Pondok Jompo Tresna Wherda Shanti. Sementara untuk ODGJ berjumlah 19 orang, dengan rincian 7 perempuan, 12 laki-laku, dan 1 orang telantar dengan kondisi stroke.

Baca Juga :  Seorang Wanita Tewas Terperosok ke Jurang Saat Mendaki Gunung Abang

Keberadaan UPTD Pelayanan Sosial Kampung Investasi Hati didukung tenaga pelayanan berjumlah 10 orang, dengan rincian 2 satpam dan penjaga malam, 2 petugas kebersihan, 2  petugas masak, dan 4 orang pengasuh. Selain itu, ada petugas administrasi 5 orang, terdiri dari 1 orang kepala UPTD, 1 orang Kasubag TU, 3 orang administrator.

Sujana pun menyampaikan terima kasih atas bantuan dan sumbangan dari KSP Cendekia Praja Bhakti. “Banyak orang baik, tapi tidak banyak yang mampu berbuat baik. Kami yakin kedatangan bapak/ibu beserta rombongan yang telah peduli dan berbagi bukan suatu kebetulan, tapi memang yakin ada tuntunan dari Tuhan untuk menjadi orang yang mampu berbuat baik,” ucapnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Evakuasi Jenazah di Puncak Gunung Agung Dihadapkan dengan Cuaca Ekstrem

Peristiwa

Enam Orang Terjebak Saat Hujan Deras di Tempat Glamping Desa Muncan

Intermeso

Ratusan Layang-layang Penuhi Sirkuit All in One Pengambengan

Peristiwa

Koster Ungkap Alasan Penutupan TPA Suwung

Peristiwa

Atasi Abrasi Pantai Pebuahan di Kabupaten Jembrana, Pemerintah Akan Bangun Senderan April 2024

Peristiwa

Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan 18 Ekor Penyu Hijau

Peristiwa

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tri Buana

Edukasi

Mungkinkah Penyederhanaan Ngaben di Jakarta?