Home / Peristiwa

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:58 WIB

Koster Ungkap Alasan Penutupan TPA Suwung

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kadis Lingkungan Hidup I Made Rentin saat meninjau gunung sampah di TPA Suwung pada 25 Mei 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kadis Lingkungan Hidup I Made Rentin saat meninjau gunung sampah di TPA Suwung pada 25 Mei 2025.

DENPASAR – Selama ini publik hanya tahu, TPA Suwung ditutup karena alasan teknis. Tapi di balik keputusan itu, ternyata tersimpan ancaman hukum serius.

“Kalau nggak ditutup sampai bulan Desember, itu akan diterapkan pidana oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dengan nada serius di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/8/2025).

Bukan main-main, ancaman itu bukan ditujukan ke sembarang orang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala UPTD TPA Suwung bahkan sudah sempat diproses untuk dijadikan tersangka. Alasannya?

Pencemaran lingkungan akibat operasional TPA yang tak lagi sesuai standar. “Jujur saja, Kadis dan Kepala UPTD TPA Suwung sudah nyaris jadi tersangka,” ungkap Koster.

Ancaman ini membuat Koster tak bisa tinggal diam. Ia tidak mau para pejabat di bawahnya dikorbankan karena sistem pengelolaan sampah yang sudah usang dan tak lagi relevan, apalagi KLHK juga sudah mengeluarkan aturan tegas, semua TPA lama harus ditutup, dan tidak boleh lagi ada pembangunan TPA baru.

“Jadi Menteri Lingkungan sudah tidak membolehkan lagi ada TPA. Yang lama harus ditutup, yang baru tidak boleh dibangun,” tegasnya.

Situasi ini membuat Koster mengambil keputusan besar, mengakhiri ketergantungan pada sistem TPA, dan memaksa seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga rumah tangga, untuk bergerak ke sistem pengelolaan sampah berbasis sumber.

Bagi Koster, ini bukan cuma soal menutup tempat pembuangan, tapi soal menyelamatkan Bali dari kehancuran lingkungan sekaligus menghindarkan pejabatnya dari kriminalisasi.

Tak banyak pemimpin yang berani mengambil keputusan sekeras ini, apalagi dalam isu yang sensitif dan menyentuh kepentingan banyak pihak. “Sudah tepat kita memberlakukan pengelolaan sampah berbasis sumber. Sampah harus dipilah di rumah tangga,” pungkasnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Telenggelam di Kolam GKBK Jembrana, Anak 3,5 Tahun Tewas

Peristiwa

Seorang Wanita Tewas Terperosok ke Jurang Saat Mendaki Gunung Abang

Peristiwa

Plt. Bupati Klungkung Berpesan Para “Balian” Jalankan Profesi Sesuai Etika

Peristiwa

Polres Klungkung Ringkus 24 Tersangka Narkoba Selama Tahun 2022

Peristiwa

17 Pelinggih Pura Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir 10 Miliar

Peristiwa

Malam Hari, Jokowi Blusukan ke Rumah Warga di Ubud

Peristiwa

Satpol PP Denpasar Tertibkan PKL di Lumintang

Peristiwa

KLHK Bantu Pemadaman Kebakaran TPA Suwung