Home / Peristiwa

Jumat, 24 Maret 2023 - 18:00 WIB

Imigrasi Denpasar Segera Deportasi 2 WNA yang Kemah di Pantai Saat Nyepi

KG dan BKW yang berkemah saat perayaan Nyepi di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali, saat didatangi pecalang setempat. (ist)

KG dan BKW yang berkemah saat perayaan Nyepi di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali, saat didatangi pecalang setempat. (ist)

DENPASAR – Dua warga negara asing (WNA) asal Polandia yang berkemah di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali saat hari raya Nyepi diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar oleh petugas Polsek Sukawati. Orang Asing berinisial KG (39) dan BKW (25) itu telah diminta untuk membeli tiket kepulangan ke negaranya.

“Kami telah menghubungi Kedutaan Besar Polandia terkait kepulangan kedua WNA tersebut. Tentunya mereka akan kami deportasi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar Tedy Riandi, Kamis (23/3/2023).

KG dan BKW viral di media sosial karena berkemah saat perayaan Nyepi. Ketika ditegur pecalang yang bertugas, KG emosi dan menjawab dengan arogan.

Baca Juga :  Alas Kedaton Fun Run 2024 Perkuat Potensi Sports Tourism di Tabanan

Keduanya berkemah di Pantai Purnama, Desa/Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menggunakan tenda yang diletakkan di sebuah pendopo milik Desa Adat Sukawati. Mereka ditemukan berkemah saat Pecalang Desa Adat Sukawati melakukan pemantauan di wilayah Pura Erjeruk dan Pantai Purnama sekitar pukul 09.30 Wita.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Bendesa Adat Sukawati dan Kepala Desa Sukawati. Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Sukawati. Bendesa dan Kepala Desa Sukawati pun meminta agar kedua WNA itu diamankan.

Baca Juga :  Harga BBM Naik, Pemkab Buleleng Siapkan Stimulus Transportasi Umum

“Apabila dalam waktu dekat ini keduanya tidak menyanggupi tiket kepulangan mereka, maka Imigrasi akan menyerahkan keduanya ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar,” lanjut Tedy.

Kedua wisatawan asing tersebut rencananya menyeberang di Pelabuhan Padangbai menuju Nusa Tenggara Barat (NTB), lalu Australia. Namun, mereka mengaku tidak ada transportasi yang bisa mengantar.

Mereka juga mengaku tidak memiliki tempat tinggal sehingga membangun tenda di areal tersebut. Mereka mengklaim kehabisan bekal. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Tanggulangi DBD, 24 Desa di Denpasar Terapkan Metode Wolbachia, Ini Daftarnya!

Peristiwa

Jokowi: Penataan Kawasan Pura Besakih Harus Diikuti Pengelolaan Profesional

Peristiwa

Wisatawan Asal Jerman dan Austria Hilang Terseret Ombak di Diamond Beach

Peristiwa

Gubernur Koster Luncurkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

Peristiwa

Pelebon Raja Denpasar IX Gunakan Bade Tumpang 11 dan Libatkan 12 Sulinggih

Peristiwa

Pembahasan Redesain Masterplan Pengembangan Kawasan Pelabuhan Gilimanuk

Peristiwa

Bersama Pet Kingdom, Ratusan Anabul di Denpasar Berhasil Diberi Vaksinasi Gratis

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Kesiman Petilan Dampingi Puskeswan Selamatkan Anjing Terlantar di Padang Galak