Home / Komunitas / Peristiwa

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:59 WIB

Cap Go Meh 2024 Berlangsung Meriah di Singaraja

Kemeriahan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Seng Hong Bio Singaraja, Kabupaten Buleleng pada Sabtu malam, 24 Februari 2024.

Kemeriahan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Seng Hong Bio Singaraja, Kabupaten Buleleng pada Sabtu malam, 24 Februari 2024.

BULELENG – Klenteng Seng Hong Bio Singaraja menjadi saksi keindahan perayaan Cap Go Meh yang megah pada Sabtu malam, 24 Februari 2024. Dengan penuh semangat, umat Khonghucu di Kabupaten Buleleng merayakan Yuan Xiao Jie dengan meriahnya.

Perayaan tersebut tidak hanya disambut oleh umat Khonghucu se-Kabupaten Buleleng, tetapi juga oleh masyarakat pada umumnya yang bergama lain. Mereka tampak antusias menantikan perayaan yang diisi oleh pertunjukan spektakuler meliputi barongsai, penerbangan lampion, dan kembang api.

Hartono Herlin, seorang rohaniawan Khonghucu di Singaraja, menggambarkan keunikan perayaan ini. Menurutnya, perayaan Cap Go Meh ini bertepatan dengan hari ulang tahun Dewa Penguasa Langit yang turut menurunkan rezeki pada umatnya. Oleh karena itu, banyak orang juga memasang tulisan dan rezeki di rumah mereka sebagai bentuk permohonan rezeki.

Baca Juga :  Gubernur Koster Luncurkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

Para umat juga memanfaatkan momen ini untuk berdoa di klenteng untuk memohon rezeki. Tidak hanya itu, kata Hartono perayaan ini juga dimeriahkan dengan pesta lampion yang menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara menyambut perayaan besar.

“Kami umat Khonghucu patut berbangga, sebab Cap Go Meh tidak hanya dikenal di Indonesia dan Tiongkok. Namun, juga telah diakui secara internasional sebagai perayaan budaya yang mendunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Yayasan BWL Beri Penghargaan kepada Bank Sampah dan TPS3R Terbaik di Badung

Tradisi ini juga melibatkan upacara tolak bala sebagai bentuk permohonan perlindungan dari bencana, dengan melibatkan banyak peserta. Sebelum Cap Go Meh, terdapat serangkaian perayaan lain yang melibatkan sembahyang untuk membersihkan altar menjelang perayaan tersebut, menandai musim semi.

Setelah sembahyang kepada Tuhan selama 9 hari, Cap Go Meh mencapai puncaknya dengan rangkaian acara penutup yang meriah dan penuh makna. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, namun juga sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan akan berkah serta perlindungan dari Sang Pencipta. (dbc)

Share :

Baca Juga

Komunitas

PKK Jembrana Bersih-bersih Sampah Plastik di Pantai Perancak

Edukasi

Perempuan Cerdas Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital

Edukasi

Bangkitkan Kesadaran Warga Binaan, Yayasan PSCB “Dharma Tula” di Lapas Singaraja

Peristiwa

Imigrasi Singaraja Deportasi WNA yang Bertindak Tak Senonoh di Pura Besakih

Peristiwa

Lawan Demam Berdarah, Denpasar Gencarkan PSN

Peristiwa

Bupati Badung Dialog dengan Komunitas Masyarakat Pantai Bingin

Edukasi

Ibu-ibu ke Pasar Diimbau Tidak Pakai Perhiasan Emas Berlebihan

Peristiwa

2 Orang Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Santunan Kematian