Home / Komunitas

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:18 WIB

Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara Bawakan Lima Garapan

Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Kelurahan Tegalcangkring, Duta Kabupaten Jembrana saat tampil di ajang PKB 2025.

Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Kelurahan Tegalcangkring, Duta Kabupaten Jembrana saat tampil di ajang PKB 2025.

DENPASAR – Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Duta Kabupaten Jembrana tampil heroik di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Senin (23/6/2025).

Tampil di Kalangan Madya Mandala komplek Art Center Denpasar, sekaa jegog berhasil menyedot antusias masyarakat untuk menyaksikan salah satu kesenian khas Jembrana tersebut.

Penampilan duta kesenian asal Jembrana ini membawa lima garapan tabuh dan tarian. Di antaranya Tabuh Petegak “Goak Ngolol”, Tabuh Kreasi Jegog ” Rotation of Galaxy”, kemudian Tari “Luihing Paksi”, Tabuh Teruntungan dan yang terakhir Tari Kreasi Jejangeran “Semara Madu”.

Tabuh Goak Ngolol ingin menuangkan ke dalam sebuah garapan tabuh petegak jegog klasik dengan komposisi cah cah pangi yang bernuansa cepat, keras dan dinamis dengan ornamentasi selangkitan dan oncang-oncangan yang menggambarkan keceriaan dan energiknya burung gagak ketika mendapatkan mangsanya.

Begitupula andalan tabuh teruntungan berjudul “Pabuan” yang merupakan simbol yang digunakan dalam upacara Hindu di Bali. Buah, base, pamor, mako, gambir diyakini mampu memberikan kekuatan dan mengolah energi sebagai sumber kehidupan.

Baca Juga :  Workshop dan Lomba Makepung, Bentuk Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata

Selanjutnya, Tabuh Kreasi Jegog “Rotation of Galaxy” yang mengandung makna sebuah naluri pencipta dalam memvisualkan bentuk galaksi bima sakti yang saat ini masih berputar diatas kita.

Melalui karya ini, diharapkan dapat mencerna bagaimana kemajuan musik pada gamelan jegog saat ini telah berkembang. Secara musikalitas penggambaran elemen di atas akan sangat jelas terlihat melalui permainan pola-pola yang telah di formulasi sesuai dengan sistem masif yang berada pada putaran galaksi yang bergantung pada gerak gravitasi dan tata surya.

Tari “Luihing Paksi” yang merupakan garapan tari karya I Gede Arya Mayasa, S,Sn sebagai penata tari dan I Nyoman Sutama S.Skar sebagai penata tabuh menggambarkan burung jalak putih yang mahardika terbang ke sana-kemari menikmati kehidupan dan alam di sekitarnya.

Baca Juga :  Sekaa Baleganjur Dwi Tunggal Banjar Menesa Puseh Siap Tampil di PKB

Sebagai sajian pamungkas, sekaa jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara membawakan tari kreasi jejangeran “Semara Madu”. Sebuah karya tari yang terilhami dari tari Jegog Tempoe Doloe, serta mengadopsi pola gerak-gerak pada tari janger yang telah dikembangkan.

Tari ini merupakan sebuah karya tari pergaulan yang menggambarkan dinamika dan harmonisasi romantisme para remaja putra dan putri. Tari diciptakan dan pertama kali dipentaskan pada tahun 2013 di ajang HUT Kota Negara, Jembrana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupten Jembrana, AA Komang Sapta Negara, mengungkapkan, sekaa jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring telah dipersiapkan secara maksimal untuk bisa memberikan hiburan bagi para penonton yang hadir di PKB tahun ini.

“Astungkara, penampilan sekaa jegog ini bisa menghibur. Animo penonton juga terlihat sangat antusias menyaksikan duta kabupaten Jembrana,” ucapnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Dari Desa

Ubung Kaja Festival Digelar Perdana, Ada Lomba Seni dan Pameran UMKM

Intermeso

Parade Baleganjur Bebarongan Meriahkan HUT LPD Kesiman

Intermeso

Bebanyolan Bukan Jaruh, Ngacuh, dan Buduh II Dari Audisi Bondres “Harkat Arak Bali”

Dari Desa

Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Edukasi

Lomba Poster Digital dan Fotografi Meriahkan Bulan Bung Karno di Kecamatan Denpasar Utara

Komunitas

Varash Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Olahraga Bersama di Lapangan Renon

Edukasi

“Ketut Garing” Ternyata Putra Raja // Dari Pentas Drama Teater Jineng

Komunitas

Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Gelar Pawintenan Massal di Pura Sakenan