GIANYAR – Insiden tragis terjadi di Pantai Purnama, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, saat seorang pria, Agus Suarsa Dharma (27 tahun), terseret arus saat hendak menyelamatkan rekannya yang hanyut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 07.30 WITA, bertepatan dengan prosesi Banyu Pinaruh. Saat itu, korban bersama rekannya, Kadek Raditya (18 tahun), tengah mandi di Pantai Purnama. Tiba-tiba, ombak besar datang dan menggulung Kadek Raditya hingga terseret arus.
Melihat kejadian tersebut, Agus Suarsa berusaha memberikan pertolongan. Upaya tersebut berhasil menyelamatkan rekannya. Namun nahas, sesaat kemudian ombak besar kembali datang dan menyeret tubuh Agus Suarsa hingga tenggelam.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 08.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue langsung dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan SAR laut.
Upaya pencarian kemudian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan metode penyisiran laut menggunakan perahu karet (RIB) dengan jangkauan sekitar 1,5 nautical mile (NM), serta penyisiran darat ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian. Meski kondisi gelombang laut cukup tinggi, proses pencarian tetap berlangsung.
Setelah dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Senin malam (6/4/2026) sekitar pukul 20.10 WITA dalam kondisi terdampar di kawasan Pantai Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Penemuan korban bermula saat saksi, I Komang Jaya Kesuma, bersama keluarga melakukan penyisiran pesisir dari Pantai Purnama hingga Pantai Saba. Ia melihat sesosok tubuh laki-laki terdampar di pinggir pantai, yang kemudian teridentifikasi sebagai korban.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada keluarga dan tim SAR gabungan. Selanjutnya, pada pukul 20.54 WITA, jenazah dievakuasi menuju RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia Kabupaten Gianyar.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, BPBD Kabupaten Gianyar, Balawista, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, Polsek Sukawati, Polsek Blahbatuh, Koramil 1616 Sukawati, serta sejumlah potensi SAR seperti BRC, Bali Rescue, Surf Rescue, Orari, dan masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi gelombang laut, terutama saat melakukan aktivitas di kawasan pantai. (dbc)















