Home / Peristiwa

Minggu, 14 September 2025 - 19:59 WIB

Krisis Sampah Perparah Dampak Banjir di Bali

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama pejabat daerah saat turut serta membersihkan sampah pascabanjir di Bali.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama pejabat daerah saat turut serta membersihkan sampah pascabanjir di Bali.

DENPASAR – Banjir besar yang melanda Bali pada 10 September 2025 menyingkap persoalan serius tata kelola lingkungan di Pulau Dewata. Meski curah hujan ekstrem tercatat mencapai 245,75 milimeter hanya dalam satu hari, faktor yang memperparah dampak banjir justru datang dari tumpukan sampah yang menutup aliran sungai.

Akibatnya, debit air yang meluap merendam kawasan padat penduduk, menelan 17 korban jiwa, dan lima orang lainnya masih hilang. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan manusia dan daya dukung lingkungan.

“Persoalan sampah harus ditangani di sumbernya. Tidak boleh lagi hanya dipindah, karena sudah memperparah bencana dengan korban jiwa,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.

Pengelolaan Belum Terintegrasi

Krisis ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Bali belum terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan masih terjadi, sementara infrastruktur pengolahan belum mampu menampung volume sampah harian yang terus meningkat. Minimnya pengawasan di daerah aliran sungai juga membuat plastik, sampah organik, hingga material konstruksi menumpuk dan menjadi sumbatan fatal saat hujan ekstrem.

Baca Juga :  Dibuka Megawati, PKB XLV Berlangsung hingga 16 Juli 2023

Pemerintah kini menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah, antara lain:

  • Penguatan sistem berbasis masyarakat.
  • Pembangunan fasilitas pengolahan modern di tingkat kabupaten/kota.
  • Penegakan hukum terhadap pembuangan sampah ilegal.
  • Kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas untuk mengurangi timbulan sampah sesuai prinsip ekonomi sirkular.

“Momentum ini harus kita jadikan pengingat bersama bahwa sampah adalah ancaman nyata. Bila tidak ditangani serius, ia akan terus menjadi bom waktu yang memperparah bencana di Bali,” ujar Menteri Hanif.

Dengan perubahan paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pemindahan ke penyelesaian di sumber, pemerintah berharap Bali mampu memutus siklus buruk sampah sebagai pemicu bencana sekaligus memperkuat ketangguhan ekologis pulau ini di masa depan.

Kerahkan 1.200 Relawan

Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH bersama Pemerintah Provinsi Bali menggelar aksi “Bersih Sampah Pasca Banjir” dengan melibatkan lebih dari 1.200 peserta dari unsur pemerintah, komunitas, BUMN, hingga swasta. Aksi ini dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Bali Wayan Koster.

Baca Juga :  Tersesat di Gunung Agung, 2 WNA Ditemukan Selamat

Menteri Hanif menyebut volume sampah akibat banjir mencapai ratusan ton dan harus segera ditangani agar tidak memicu penyakit maupun banjir susulan. Dalam satu bulan, seluruh sampah akan diangkut ke TPA Suwung untuk penanganan darurat.

Selain aksi bersih, KLH/BPLH bersama PLN Indonesia Power menyalurkan 350 paket sembako untuk pedagang Pasar Badung dan Kumbasari dan warga terdampak. Menteri Hanif juga menekankan pentingnya pemulihan hutan seluas 14 ribu hektare di wilayah hulu, penataan ruang berkelanjutan, serta menjaga ekosistem sungai agar Bali lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

Gubernur Koster menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan pemulihan lingkungan, agar risiko bencana serupa bisa diminimalkan di masa depan. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Bayar Pijat Pakai Uang Palsu Bikinan Sendiri, Seorang Dokter Ditangkap Polisi

Peristiwa

Dua Wisatawan Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Monkey Forest Ubud

Peristiwa

Tanah Longsor di Ubung Kaja, Lima Orang Tewas

Peristiwa

Enam Orang Terjebak Saat Hujan Deras di Tempat Glamping Desa Muncan

Peristiwa

Sekda Buleleng Harap Raker Staf Ahli Se-Bali Bisa Wujudkan Zero Rabies

Peristiwa

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tri Buana

Ekbis

Tutup KTT G20 Bali, Presiden Jokowi Bersyukur Deklarasi G20 Bali Diadopsi dan Disahkan

Komunitas

KSP Cendekia Praja Bhakti Salurkan Tali Kasih ke Panti Sosial Werdha Shanti