Home / Peristiwa

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:10 WIB

Usai Ngerupuk, Sampah Menumpuk

Petugas DLHK Kota Denpasar saat membersihkan sampah pada Jumat (28/3/2025) usai pengarakan ogoh-ogoh pada Ngerupuk serangkaian Nyepi Saka 1947.

Petugas DLHK Kota Denpasar saat membersihkan sampah pada Jumat (28/3/2025) usai pengarakan ogoh-ogoh pada Ngerupuk serangkaian Nyepi Saka 1947.

DENPASAR – Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar (DLHK Denpasar) langsung sigap melaksanakan pembersihan sampah.

Pasca pelaksanaan pawai atau pengarakan ogoh-ogoh serangkaian malam Pangerupukan Nyepi Saka 1947, tim DLHK Kota Denpasar langsung melakukan pembersihan pada Jumat (28/3/2025) malam s.d Sabtu (28/3/2025) dini hari.

Pembersihan sampah tersebut dilaksanakan guna memastikan seluruh wilayah Kota Denpasar bersih dari sampah pada saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Kadis LHK Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Minggu (30/3/2025) menjelaskan, rangkaian Hari Suci Nyepi Saka 1947 yang didahului dengan upacara Melasti dan Pangerupukan memberikan dampak terhadap meningkatnya volume sampah di Kota Denpasar. Peningkatan signifikan terjadi saat proses pengarakan ogoh-ogoh.

Baca Juga :  Kecelakaan Lift di Ubud, Mekanik dan Pemilik Ayu Terra Resort Tersangka

Berdasarkan data DLHK Kota Denpasar peningkatan volume sampah pasca rangkaian Hari Suci Nyepi tercatat meningkat 80-100 ton pada hari tersebut. Peningkatan volume sampah ini didominasi oleh sisa ogoh-ogoh, sisa upacara, dan sisa makanan lantaran antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menyaksikan ogoh-ogoh.

“Secara keseluruhan sudah dapat dibersihkan secara bertahap. Khusus sampah sisa ogoh-ogoh langsung dipralina di Setra Badung,” ujar Gustra, sapaan akrab Ida Bagus Putra Wirabawa.

Untuk Pangerupukan kali ini, DLHK Kota Denpasar mengerahkan sebanyak 1.200 personel, baik itu tenaga kebersihan, tenaga angkutan hingga driver. Selain itu, sebanyak 25 armada truk dan pikap juga diterjunkan, serta armada motor cikar (moci) sebanyak 8 unit disebar untuk memantau titik-titik pelosok.

Baca Juga :  17 Pelinggih Pura Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir 10 Miliar

Dikatakannya, secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan senantiasa selalu bersiaga. Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan.

“Astungkara sudah bisa ditangani meski secara bertahap. Kami tetap bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni rangkaian Hari Suci Nyepi ini,” jelas Gustra. (dbc)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Atasi Abrasi Pantai Pebuahan di Kabupaten Jembrana, Pemerintah Akan Bangun Senderan April 2024

Peristiwa

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tri Buana

Peristiwa

Denpasar Dilanda Angin Kencang, Pohon Bertumbangan

Dari Desa

548 Ekor Anjing di Kelurahan Peguyangan Berhasil Divaksin Rabies

Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi, 1.979 Jiwa Mengungsi

Peristiwa

Longsor di Karangasem Renggut 1 Korban Jiwa dan 2 Luka-luka

Ekbis

Jokowi Buka KTT G20 di Bali, Berharap G20 Terus Bekerja Hasilkan Capaian Konkret

Peristiwa

131 Desa Adat di Kabupaten Buleleng Sudah Terapkan Pararem Penanggulangan Rabies