Home / Unik Bali

Minggu, 17 November 2024 - 10:10 WIB

Puncak Karya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Ida Bhatara Nyejer hingga 23 November

Persembahyangan pada Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar bertepatan Purnama Sasih Kalima, Sabtu (16/11/2024).

Persembahyangan pada Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar bertepatan Purnama Sasih Kalima, Sabtu (16/11/2024).

DENPASAR – Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kalima pada Sabtu (16/11/2024). Tampak masyarakat serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar mengikuti rangkaian puncak karya.

Seluruh rangkaian puncak karya diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gede Oka Karang, Griya Tegeh Karang Lumintang, Ida Pedanda Made Taman Dwija Putra Griya Paang, dan Ida Pedanda Gede Mas Jelantik Griya Celuk Sukawati.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pjs. Wali Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra; Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama jajaran DPRD Kota Denpasar, Fokopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta undangan lainya.

Diiringi Tabuh Gong Gede, Tabuh Semarepegulingan, dan kidung, rangkaian upacara berlangsung khidmat. dipentaskan pula Wayang Lemah, Selonding, Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Sari, Tari Baris Gede, dan Topeng Sidakarya.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024, Pjs Wali Kota Denpasar: Ayo Jangan Golput!

Bahkan, Tari Baris Gede ditarikan langsung Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama Anggota DPRD Kota Denpasar, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Perbekel/Lurah serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

“Dengan pelaksanaan karya ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana di wilayah Kota Denpasar,” ujar Pjs. Walikota Denpasar, Dewa Mahendra.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menerangkan rangkaian Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha dimulai pada tanggal 26 Maret 2024 dengan kegiatan maturan penenten nunas pamuput tawur. Kemudian dilaksanakan Mecaru Panca Kelud pada Jumat, 1 November 2024.

Baca Juga :  Penguatan Seni Sakral Jadi Bahasan dalam Pasamuhan Agung Kebudayaan Bali

Dilanjutkan dengan upacara Melasti pada Kamis, 14 November 2024, upacara Mepepada Karya pada Kamis, 14 November 2024. Puncak Karya Pedudusan Agung lan Ngenteg Linggih dilaksankan bertepatan dengan Purnama Sasih Kalima. Setelah puncak karya, akan dilaksanakan Bhakti Penganyar serta Penyineban akan dilaksanakan pada 23 November 2024 yang didahului dengan upacara Nyenuk.

“Selain rangkaian acara inti, Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha ini juga diisi lomba membuat penjor dan lomba ngelawar. Semoga kerjasama yang baik antara seluruh panitia menjadikan Karya Agung di Pura Jagatnatha berjalan lancar dan labda karya dan apa yang kita harapkan dari pelaksanaan upacara ini dapat memberi kebaikan bagi kita semua,” ujarnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

Dipuput Ida Dukuh Celagi, 26 Warga Binaan Jalani Pawintenan

Unik Bali

Ogoh-ogoh Banjar Tengah Sesetan Juara Kasanga Festival 2025

Komunitas

Tiga Gong Kebyar Duta Denpasar Satu Panggung: Ada Anak-anak, Wanita, dan Dewasa

Unik Bali

“Gugon Tuwon” Wuku Dungulan, Pahami Galungan Bersifat “Loka Dresta”

Unik Bali

Penguatan Seni Sakral Jadi Bahasan dalam Pasamuhan Agung Kebudayaan Bali

Komunitas

Pertama Kali Digelar, Lomba Sketsa Ogoh-ogoh di Jembrana Diikuti Puluhan Peserta

Edukasi

Lestarikan Permainan Tradisional, Jantra Tradisi Bali Lombakan Tajog, Deduplak, Terompah, Megala-gala

Unik Bali

Pura Pertama di Belanda