Home / Komunitas

Selasa, 10 Oktober 2023 - 16:39 WIB

1.021 Layangan Ramaikan Denpasar Kite Festival VII

Lomba layang-layang Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 yang berlangsung di Pantai Padanggalak, Kesiman Petilan, Kota Denpasar.

Lomba layang-layang Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 yang berlangsung di Pantai Padanggalak, Kesiman Petilan, Kota Denpasar.

DENPASAR – Sebanyak 1.021 layangan dari jenis tradisional dan kreasi meramaikan gelaran Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 di Pantai Padanggalak, Kesiman Petilan, Kota Denpasar. Lomba layang-layang ini diselenggarakan oleh Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, membuka secara resmi Denpasar Kite Festival VII pada Sabtu (9/9/2023). Pembukaan ditandai dengan penarikan layang-layang maskot Pelangi Kota Denpasar. Kegiatan rutin tahunan ini mewadahi kreativitas budaya bagi para pelayang atau Rare Angon.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar; Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Astawa; Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati; Perwakilan Bendesa Adat Kesiman, Perbekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariyana.

Usai membuka acara secara resmi, Wali Kota Jaya Negara tampak menyaksikan pelaksanaan lomba yang diawali dengan seri Layangan Tradisional Bebean Plastik dan dilanjutkan dengan seri Layangan Tradisional Pecukan Plastik.

Baca Juga :  Delegasi Tourism Ministerial Meeting Sepakati “G20 Bali Guideline”

Meski angin belum berembus dengan optimal, tampak seluruh pelayang beradu strategi untuk mempertahankan layangannya tetap melayang di udara.

Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, menjelaskan, Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 mengambil tema “Santhikaning Segara”, yang bermakna samudra sebagai inspirasi kedamaian.

Tema ini dipilih dalam upaya memaknai sebagai permohonan agar Ida Hyang Widhi menganugerahi kesehatan, kedamaian, kebahagiaan serta semangat menyama braya bagi para pelayang khususnya dan masyarakat pada umumnya menjalankan segala aktivitas.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wahana untuk memberi ruang gerak kepada para pelayang agar dalam bermain layangan penuh dengan rasa tanggung jawab, dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara para generasi muda dan masyarakat pelayang khususnya,” ujar Mariyana Wandhira.

Dia menjelaskan, lomba kali ini menghadirkan kategori remaja dan dewasa dengan beragam jenis layangan tradisional dan kreasi baru. Yakni Layangan Tradisional Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size, dan Pecukan.

Baca Juga :  Bertambah, Korban Kompor Meledak Saat Ngaben Menjadi Tiga Orang

Khusus untuk layangan tradisional diwajibkan menggunakan kain dengan corak warna Bali, yakni merah, kuning, hitam, dan putih. Selain lomba layang-layang, turut juga dilaksanakan Lomba Kober dan Lomba Pindekan.

Mariyana Wandhira mengatakan, peserta tahun ini berasal dari sekaa dan pribadi yang jumlahnya sebanyak 1.021 layangan dari jenis tradisional dan kreasi. Kemudian, peserta lomba pindekan sebanyak 111 pindekan, dan lomba kober sebanyak 6 peserta. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar sebagai upaya melestarikan tradisi melayangan dan memberikan ruang ekspresi bagi Rare Angon,” ujarnya.

Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung tradisi melayangan serta mampu melestarikan keberadaan layang-layang Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar.

“Layang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Kegiatan ini diharapkan mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru,” katanya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

Ayo, Hadiri DTIK Festival 2023 di Lumintang! Ada Banyak Agenda Menarik

Intermeso

Festival Wayang Dunia 2023 Diikuti Peserta dari Indonesia, China, dan Italia

Edukasi

Sosialisasi Praperkawinan Hindu, Wujudkan Keluarga “Sukhinah Bhawantu”

Dari Desa

Yowana Desa Adat Sangket Usung Ogoh-ogoh “Nandisuara”

Edukasi

Mungkinkah Penyederhanaan Ngaben di Jakarta?

Dari Desa

Sosialisasi Permainan Tradisional Asli Buleleng, “Magoak-goakan” dan “Majaran-jaranan”

Komunitas

Peringatan Satu Tahun Penerbangan Kembali, Awak Kabin Jetstar Bersih-bersih di Pantai Kelan

Dari Desa

Bupati Tamba Kukuhkan Sanggar Kerta Winangun Swara Desa Dangintukadaya