Home / Dari Desa / Edukasi / Intermeso

Selasa, 4 Juli 2023 - 17:26 WIB

Regenerasi, Janger Anak-anak Banjar Mukti Singapadu Tampil di PKB

Janger Anak-anak Banjar Mukti, Desa Singapadu tampil di Wantilan Taman Budaya, Minggu 2 Juli 2023. (ist)

Janger Anak-anak Banjar Mukti, Desa Singapadu tampil di Wantilan Taman Budaya, Minggu 2 Juli 2023. (ist)

DENPASAR – Kelincahan memadukan gerak dan vokal dalam kesenian Janger tersaji apik oleh anak-anak Banjar Mukti, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Mereka tampil di Wantilan Taman Budaya, Minggu 2 Juli 2023 dalam Rekasadana (Pergelaran) Janger Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB).

Tari Janger selama ini identik sebagai tarian pergaulan muda-mudi atau remaja. Sore itu, anak-anak dari Sekaa Janger Sanggar Lokananta Banjar Mukti berhasil mementaskan Janger dengan ‘rasa kanak-kanak’. Sebanyak 32 penari berusia 7-12 tahun, terdiri dari 16 penari pria (kecak) dan 16 penari wanita (janger), tampil percaya diri di hadapan ratusan pasang mata.

Gamelan nan merdu mengiringi pementasan. Para penari laki-laki duduk bersila dan penari perempuan duduk bersimpuh dengan gerakan berpindah. Koreografi itu menjadi salah satu ciri khas yang dapat membuat para penonton ikut merasa gembira dan terhibur.

Sepanjang pertunjukan, anak-anak itu menari sambil bernyanyi dengan riang gembira. “Titiang Janger Lokananta meled pisan midartayang seni budayane luwih kasumbung kedura negara ajeg lestari jagate kerta raharja.”

Penyesuaian Syair Lagu

Ketua Sanggar Lokananta I Wayan Sutirtha, S.Sn, M.Sn, mengatakan, untuk pementasan itu pihaknya melakukan persiapan sejak bulan Maret 2023. Termasuk menyiapkan tabuh kreasi baru berjudul “Harnawa Ganantri” gubahan penata tabuh Gede Febi Widi Cahyadi.

Baca Juga :  Sepuluh Seniman Terima Adi Sewaka Nugraha Tahun 2023

Sutirtha menjelaskan, Sanggar Lokananta berfokus pada regenerasi penari Bali. Meskipun tari Janger identik sebagai tarian muda-mudi, anak-anak diperkenalkan dengan pakem Janger sejak awal. Akademisi Program Studi Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini pun melakukan sedikit perubahan pada syair lagu Janger agar sesuai dengan karakter penari anak-anak.

Dari sisi gerak, menurutnya tari Janger lebih bersifat simbolik, jadi masih sesuai jika dibawakan oleh anak-anak. “Lagunya sudah dikemas menjadi lagu anak-anak. Walaupun masih memakai lagu-lagu yang ada, tapi ada kata-kata yang diganti, misalnya muda-mudi jadi anak-anak, mademenan jadi matimpal,” tutur seniman asal Banjar Mukti ini.

Baca Juga :  Joged Bumbung Hibur Penonton PKB, Romantis Tak Harus Jaruh, Cukup Lirikan dan Tingkah Manja

Regenerasi penari Janger menjadi semakin penting, terutama karena Banjar Mukti terkenal dengan Jangernya secara turun-temurun. Harapannya anak-anak yang menari Janger itu nantinya siap menggantikan para seniornya.  “Jadi paling tidak nanti di banjar membangun Janger lagi yang baru anak-anak sudah siap mengikuti,” sebutnya.

Sutirtha mengungkapkan, Sanggar Lokananta saat ini membina sekitar 250 anak-anak. Sejak berdiri pada tahun 2001, sanggar ini telah beberapa kali berkesempatan tampil di ajang PKB.

Salah satu orang tua penari cilik, I Gusti Ngurah Adi, merasa bangga anaknya I Gusti Ngurah Bagus Dyaksa Bumi, 9 tahun, bisa tampil di PKB. Anaknya itu sudah dua tahun belajar menari di Sanggar Lokananta.

Menurut dia, anak-anak perlu dibekali wawasan mengenai budaya Bali, sehingga kemudian bisa menghargainya. Menari juga ampuh untuk mengurangi perhatian anaknya terhadap gadget (gawai). “Minimal anak-anak itu tahu dasar budaya Bali, salah satunya tari. Kalau nggak kita, siapa lagi,” cetusnya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Edukasi

SMA/SMK Negeri Bali Mandara Percontohan Sekolah Rakyat

Intermeso

RSUD Buleleng Sediakan Layanan Akupuntur, Hipnoterapi, Baby Spa, hingga Konsultasi Pengobatan Herbal

Edukasi

Pegiat Keaksaraan Terima Penghargaan Kemendikbudristek, Salah Satunya Asal Karangasem

Intermeso

Perlindungan POCO M6 Pro Nggak Kalah Ekstrem dari Performa dan Harganya

Ekbis

Ciptakan Momen Nataru Penuh Kesan, Informa Hadirkan Berbagai Inspirasi Dekorasi

Edukasi

Sehari di Karangasem, Delegasi EdWG G20 Pelajari Tradisi Masyarakat Bali

Edukasi

Olimpiade Metrologi 2024 Sukses Digelar, Inilah Juaranya!

Edukasi

Raih 100 Medali Emas, Buleleng Kukuhkan Juara Umum 3 Porsenijar Bali 2023