Home / Unik Bali

Rabu, 1 Maret 2023 - 08:47 WIB

IB Agastia dan Gede Sura Terima Bali Kerthi Nugraha Mahottama

Penyerahan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama pada Selasa (28/2/2023) di Gedung Ksirarnawa.

Penyerahan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama pada Selasa (28/2/2023) di Gedung Ksirarnawa.

DENPASAR – Ida Bagus Agastia dan I Gede Sura menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Penyerahan penghargaan kepada dua tokoh tersebut dalam acara penutupan Bulan Bahasa Bali V di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Selasa (28/2/2023).

Dua tokoh ini dianggap berjasa dalam bidang pelestarian pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama berupa lencana emas dan hadiah uang masing-masing Rp100 juta.

Ketua Tim Penilai Bali Kerthi Nugraha Mahottama, I Gde Nala Antara, mengungkapkan, proses pemilihan penerima Bali Kerthi Nugraha tahun ini telah melalui seleksi yang ditetapkan panitia. “Setiap tahun pengajuan dilakukan oleh kabupaten/kota, lembaga terkait majelis budaya Bali, lembaga bahasa, perguruan tinggi untuk mengajukan tokoh pelestari aksara, bahasa, dan sastra Bali,” katanya.

Tim penilai berjumlah 7 orang telah mencocokkan data sesuai kriteria, menilai kelayakan, senioritas, pengabdian, tidak sebatas pelestarian, pembina melainkan pengabdian terhadap karya sastra. “Mereka yang layak itu, masih hidup, ada karya, pengungkapan nilai-nilai sastra Bali dalam artian luas,” jelas Nala Antara.

Baca Juga :  Ayo, Saksikan PKB dan FSBJ Selama Juni dan Juli 2023

Akhirnya tim penilai menetapkan dua orang tokoh Bali yang layak menerima penghargaan tahun ini, yakni adalah Drs. IB Gede Agastia dan Drs. I Gede Sura, M.Si. Kedua tokoh ini telah mengabdikan diri dan sangat berjasa, dalam melestarikan, mengembangkan aksara, bahasa, dan sastra Bali.

“Nominasi tokoh yang ditetapkan dan dipilih merupakan hasil yang dilakukan penilaian secara independen, tidak ada campur pihak manapun. Kami akhirnya menetapkan kedua tokoh tersebut, dari segi senior, pengabdian sangat tinggi, dan sangat layak,” tegas Nala Antara.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gde Arya Sugiartha, mengungkapkan, penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama diberikan kepada para tokoh yang berjasa di bidang aksara, bahasa, dan sastra Bali. “Tahun ini yang mendapatkan adalah dua tokoh bapak IB Agastia dan bapak I Gede Sura, beliau adalah sastrawan, budayawan yang kiprahnya cukup panjang dan berjasa banyak terhadap pelestarian, pengembangan aksara, bahasa, dan sastra Bali,” ujarnya.

Baca Juga :  Festival Lingkungan Hidup Kota Denpasar Tahun 2025

Sementara itu, Gede Sura berpesan agar pelestarian aksara, bahasa, dan sastra Bali senantiasa dijaga dan dikembangkan. “Mempelajari bahasa Bali tidaklah sulit, lebih sulit bahasa Inggris dan Jerman,” kata sastrawan senior itu.

IB Agastia mengingatkan kekuatan ilmu pengetahuan adalah aksara itu sendiri. “Kita sangat kaya dengan lontar, itu perekam data penting, kaya bahasa, sastra dan aksara. Ingat, kedalaman pikiran ada pada ujung pisau (muntik) yang tajam itu, jadi pikiran kita tajam seperti itu,” pesan Agastia dalam video yang ditayangkan saat penutupan Bulan Bahasa Bali V. (dbc)

Share :

Baca Juga

Unik Bali

12 Ogoh-ogoh Terbaik Pawai di Kawasan Catur Muka

Unik Bali

Pasobyahan Awig-awig Desa Adat Sangkanbuana

Unik Bali

Ngaben Massal di Banjar Kaliakah, per “Sawa” Kena Biayar Rp 2,5 Juta

Dari Desa

Desa Adat Padangbulia Gelar Tradisi Meamuk-amukan Saat Malam Pengrupukan

Unik Bali

Bukan Hanya Sugihan Jawa dan Bali, Ada Juga Sugihan Tenten

Dari Desa

Abhiseka Ratu Ke-12 Puri Ngurah Sibang Kaja

Edukasi

Anak-anak Kian Tertarik Baligrafi, Potensial Berkembang Jadi Karya Kreatif

Unik Bali

Prosesi “Ngajum” Jelang Pelebon Raja Denpasar IX