Home / Edukasi / Ekbis / Intermeso / Peristiwa

Jumat, 10 Februari 2023 - 18:01 WIB

Kedubes Inggris Bersama Get Safe Online Luncurkan www.getsafeonline.id

Acara peluncuran www.getsafeonline.id pada Jumat, 10 Februari 2023 yang dihadiri oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing.

Acara peluncuran www.getsafeonline.id pada Jumat, 10 Februari 2023 yang dihadiri oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing.

JAKARTA – Kedubes Inggris di Jakarta dan Get Safe Online, yang merupakan organisasi nirlaba asal Inggris meluncurkan www.getsafeonline.id – website yang dirancang untuk membantu individu dan usaha kecil untuk tetap aman, terlindungi, dan percaya diri dalam menggunakan internet. Peluncuran itu dilaksanakan pada Jumat, 10 Februari 2023 di Shangrila Hotel Jakarta.

Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, Get Safe Online bekerja erat dengan berbagai lembaga pemerintahan dan sektor swasta di dunia untuk menjalankan kampanye peningkatan keamanan online di beberapa kawasan internasional.

Situs Get Safe Online yang baru diluncurkan kembali ini akan memberikan saran praktis dalam melindungi diri sendiri, komputer dan perangkat seluler, serta bisnis anda dari permasalahan yang ditemui di ranah online. Website ini akan terus memberikan update berita, tips, dan kejadian terkini seputar keamanan online yang paling sering terjadi dari seluruh dunia.

Keamanan Siber

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, mengatakan keamanan siber dalam waktu singkat menjadi bidang kerja sama utama antara UK-Indonesia. Dikatakan, kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga ruang siber yang bebas, terbuka, damai, dan aman.

Baca Juga :  Cakap Digital, Kunci dan Pondasi di SMPN 8 Singaraja

Dalam beberapa tahun terakhir, UK telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan regulasi keamanan siber untuk sektor perbankan, mengamankan sektor telemedicine, dan memberikan informasi keamanan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan-kegiatan perluasan jangkauan (outreach activities).

“Melalui pendanaan dari Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris yang kemudian diimplementasikan oleh Get Safe Online, peluncuran website www.getsafeonline.id merupakan inisiatif penting yang dirancang agar imparsial, praktis, dan mudah untuk digunakan,” katanya.

Website ini juga menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia. Tetap aman saat online menjadi sangat penting dimana smartphone, komputer, dan internet menjadi bagian fundamental dalam kehidupan modern, sehingga sulit membayangkan bagaimana kita berfungsi tanpa peralatan-peralatan itu. Dimulai dari perbankan dan belanja online, sampai kepada email dan sosial media, akan menjadi sangat penting untuk mengambil langkah untuk mencegah kejahatan siber untuk mendapatkan akun, data, dan perangkat kita.

“Saya berharap peluncuran website ini dapat membantu teman-teman di Indonesia untuk tetap aman dan terlindungi saat beraktivitas online,” ucap Matthew Downing.

Perwakilan di 24 Negara

Sementara itu, Tony Neate selaku CEO dari Get Safe Online mengatakan pihaknya telah membangun sebuah jaringan website dengan perwakilan lokal di 24 negara di seluruh dunia, yang mana adalah Antigua & Barbuda, Barbados, Bahamas, Belize, Cook Islands, Dominica, Grenada, Fiji, Guyana, Jamaika, Kiribati, Nauru, Papua Nugini, Rwanda, Samoa, Solomon Islands, St. Kitts & Nevis, St. Lucia, St. Vincent and the Grenadines, Tonga, Trinidad & Tobago, Tuvalu, dan Vanuatu.

Baca Juga :  Puncak HUT Ke-6 Varash Dimeriahkan Judika, Putu Eka Suryawan Ingatkan Tiga Hal

“Saat ini, kami hadir di Indonesia karena kami melihat Indonesia sebagai pemain utama dalam penetrasi internet di Asia Tenggara, dan kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan otoritas yang berwenang di dunia keamanan siber,” katanya.

Tony Neate mengungkapkan, pihaknya sangat senang dapat mengembangkan upaya kampanye di Indonesia. Dikatakan, layanan ini sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Inggris dan tidak memerlukan pembayaran apapun dari mereka yang menggunakannya.

“Dengan masyarakat Indonesia yang sangat aktif secara daring, agenda kami pun menjadi begitu ambisius. Dengan manfaat pengalaman dan kesuksesan kami (di negara-negara sebelumnya), kami tahu itu dapat dicapai. Tanggapannya sejauh ini sangat positif, dan kami berharap dapat membangun kemitraan dengan organisasi-organisasi lokal untuk berkampanye secara lebih efektif.” (dbc)

Share :

Baca Juga

Ekbis

POCO Siap 2X Lebih NgeGAS Jadi Lifestyle Trendsetter Technology Brand di Indonesia

Ekbis

EcoFlow DELTA 2, Pembangkit Listrik Portabel Serbaguna Akan Segera Hadir di Indonesia

Peristiwa

Jokowi: Penataan Kawasan Pura Besakih Harus Diikuti Pengelolaan Profesional

Peristiwa

Gempa Guncang Bali, Tercatat 25 Kali, Terasa hingga Lombok

Edukasi

Badan Bahasa Tekankan Pentingnya Sinergi Bersama Sukseskan RBD

Intermeso

Arja Klasik PKB Duta Denpasar Bakal Tampilkan Seniman Muda

Edukasi

Antisipasi Nitrogen Cair, Puskesmas Pengawasan ke Kantin-Pedagang di Sekolah

Dari Desa

Lontar Perlu Dirawat dengan Baik, Jangan Lupa Dibaca!