Home / Turisme

Kamis, 26 Juni 2025 - 19:13 WIB

Presiden Prabowo Resmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH).

SANUR – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu, 25 Juni 2025. Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah merintis dan membangun KEK Sanur yang disebut sebagai terobosan sejarah dalam dunia pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Saya ingin juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas semua pihak yang telah merintis pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ini yang diperuntukkan untuk kesehatan. Saya kira ini adalah suatu terobosan yang pertama kali di republik kita,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya di Bali Beach Convention Center.

KEK Sanur merupakan kawasan terintegrasi yang dikembangkan sebagai world-class Health & Tourism Destination. Melalui keberadaan KEK Sanur, pemerintah bertujuan mengurangi jumlah warga Indonesia yang selama ini mencari pengobatan ke luar negeri dan mengakibatkan devisa negara keluar dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Upacara Melaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Libatkan 12 Sulinggih

“Kita tadi sudah diberitahu bahwa begitu banyak warga negara Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri yang mengakibatkan juga pengeluaran devisa kita yang sangat besar. Dengan inisiatif ini, kita bisa memberi pelayanan kesehatan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia,” ungkap Presiden Prabowo.

Tidak hanya untuk warga Indonesia, KEK Sanur juga diharapkan menjadi destinasi unggulan bagi pasien internasional. Hingga 2045, kawasan ini diproyeksikan dapat menyerap 18.375 tenaga kerja dan dampak ekonomi lainnya termasuk penghematan devisa hingga Rp86 triliun serta potensi perolehan devisa Rp19,6 triliun.

Infrastruktur di KEK Sanur juga meliputi rumah sakit bertaraf internasional, hotel bintang lima, pusat konvensi terbesar di Pulau Bali berkapasitas 5 ribu orang, Ethnobotanical Garden seluas 4,9 hektare yang menyimpan lebih dari 380 jenis tanaman obat, serta sentra UMKM dan area komersial yang mendukung pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Marak Bule Naik Motor Ugal-ugalan, Polisi Tilang 147 WNA di Bali

Presiden Prabowo pun menyampaikan penghargaan secara khusus kepada para mitra luar negeri yang berkontribusi dalam proyek ini. “Dan kepada sahabat-sahabat di luar negeri, sekali lagi terima kasih atas partisipasinya, terima kasih atas dukungannya. Saya kira Kawasan Ekonomi Khusus Pelayanan Medis dan Kesehatan ini merupakan suatu hal yang dapat dibanggakan oleh Indonesia dan partisipasinya sangat kami hargai,” tutupnya.

Turut hadir dalam peresmian tersebut diantaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (dbc)

Share :

Baca Juga

Turisme

8 Pantai di Kawasan Wisata Sanur

Turisme

HUT Café Seminyak Memperkenalkan Festive Brunch Istimewa di Akhir Pekan

Ekbis

McEasy Serahkan 100 GPS untuk Dukungan Penguatan Digitalisasi UKM Pariwisata

Turisme

Hilton Hadirkan Properti Pertama LXR Hotels & Resorts di Asia Tenggara Melalui Peluncuran Umana Bali

Ekbis

Presiden Jokowi Berharap Pasar Seni Sukawati Semakin Dikenal

Ekbis

Mendag Buka Bhinneka Culture Festival 2023 di Pantai Jerman Kuta

Turisme

Tiga Desa Wisata di Buleleng Wakili Bali dalam Ajang BTV V

Intermeso

Libur Panjang Idul Adha, Mau Ke Mana? Mampir ke Art Centre Yuk! Ini Jadwal PKB Tanggal 28, 29, 30 Juni dan 1, 2 Juli 2023