DENPASAR – Bunda PAUD Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan pentingnya komunikasi maupun interaksi antara pihak sekolah, murid, dan para orang tua untuk menyukseskan transisi PAUD ke SD. Transisi PAUD ke SD merupakan proses perpindahan peran anak sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD. Dan juga penyesuaian diri anak dengan lingkungan belajar baru.
Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program pra-SD di SD Saraswati 5, Denpasar Timur, Senin (10/7/2023). Monev itu dilakukan guna memastikan sekolah mengimplementasikan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.
“Selain pendidikan materi formal, pengajaran tentang fondasi perilaku kepada anak-anak kita juga merupakan hal krusial yang harus diberikan. Terutama mengenai budi pekerti yang mendasari banyak hal di kehidupan, terutama interaksi sosial anak. Sehingga proses transisi PAUD ke SD juga akan semakin optimal,” jelasnya.
Sagung Antari menambahkan, kesiapan bersekolah harus didasari dari tujuan pembelajaran yang sesungguhnya. Yaitu memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan untuk menjadi pembelajar di sepanjang hidupnya. “Kita semua, baik guru maupun orang tua, harus berkomitmen untuk bersama-sama menerapkan pola asuh dan didik yang seimbang dan sejalan, baik di sekolah maupun di rumah,” imbuhnya.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gde Wiratama, mengatakan, pihak Disdikpora bersama Pokja Bunda PAUD melakukan monev untuk memastikan implementasi program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan telah berjalan. Ia meminta kepada satuan pendidikan terkait untuk mengaplikasikan materi dari program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan itu dalam pelaksanaan MPLS.
“MPLS itu sebagai program penguatan dari transisi PAUD ke SD, melalui kelas awal yang menyenangkan. Untuk modul belajar dan bahan ajarnya sendiri ada di dalam Platform Merdeka Mengajar. Jadi, untuk ini saya harap satuan pendidikan bisa mengaplikasikannya saat proses MPLS,” tutupnya. (dbc)















